У нас вы можете посмотреть бесплатно Film Pendek Tamba eling-Tim Yowana Dahsyat-Buleleng или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Sinopsis – Tamba Eling Tamba Eling (Obat Penjaga Kesadaran) Tamba Eling adalah film drama–filosofis yang mengisahkan perjalanan batin seorang remaja bernama Arya, yang kehilangan keseimbangan hidup setelah mengalami peristiwa depresi di tengah hiruk pikuk dan kebisingan duniawi. Ia hidup dalam kekacauan emosi, jauh dari alam, dari orang-orang di sekitarnya, dan bahkan dari dirinya sendiri. Dalam keheningan desa tempat ia kembali, Ia perlahan diperhadapkan pada hakikat Panca Mahabhuta—lima unsur pembentuk alam semesta (Bhuana Agung) sekaligus pembentuk tubuh dan jiwanya (Bhuana Alit): Pertiwi (tanah) mengajarkannya tentang keteguhan dan pijakan hidup, Apah (air) membimbingnya untuk menerima dan melepaskan luka batin, Teja (api) menyalakan kembali semangat dan kesadaran diri, Bayu (angin) menyadarkannya akan napas, emosi, dan gerak kehidupan, serta Akasa (ruang/eter) membuka pemahaman tentang keheningan dan makna keberadaan. Melalui interaksi dengan alam, ritual sederhana, serta refleksi diri, Arya mulai memahami bahwa kerusakan yang terjadi dalam dirinya adalah cerminan ketidakseimbangan antara Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Di sinilah ia mengenal makna Upapira Atma Sarira—bahwa merawat raga tanpa menenangkan jiwa adalah kosong, dan menenangkan jiwa tanpa menjaga raga adalah rapuh. Perjalanan Arya bukan tentang melarikan diri dari penderitaan, melainkan tentang menyelaraskan kembali tubuh, jiwa, dan semesta. Film ini menggambarkan bahwa ketika manusia mampu menjaga keseimbangan dalam dirinya, ia juga turut menjaga keseimbangan alam. Tamba Eling adalah refleksi puitis tentang kesadaran, penyembuhan, dan hubungan suci antara manusia dan semesta—bahwa merawat diri sejatinya adalah merawat kehidupan itu sendiri. Film Statement – Tamba Eling Tamba Eling lahir dari pemahaman bahwa manusia adalah bagian kecil dari semesta, namun sering lupa menjaga keseimbangan dalam dirinya sendiri. Film ini terinspirasi dari konsep Panca Mahabhuta, yang tidak hanya membentuk alam (Bhuana Agung), tetapi juga membentuk tubuh dan batin manusia (Bhuana Alit). Film ini disajikan tanpa dialog untuk menegaskan bahwa hubungan manusia dengan alam dan dirinya sendiri sering kali tidak membutuhkan kata-kata. Melalui visual, ritme napas, dan suara alam, penonton diajak merasakan proses ketidakseimbangan hingga penyelarasan batin tokoh utama. Konsep Upapira Atma Sarira menjadi inti film ini, yaitu kesadaran bahwa merawat raga tanpa menenangkan jiwa akan terasa kosong, dan menenangkan jiwa tanpa merawat raga akan rapuh. Keseimbangan hanya dapat tercapai ketika manusia mampu merawat keduanya secara bersamaan. Napas Semesta bukan sekadar perjalanan seorang individu, melainkan refleksi bahwa ketika manusia menjaga dirinya dengan sadar, ia juga turut menjaga harmoni semesta.