У нас вы можете посмотреть бесплатно Donald Trump Kembali Tetapkan Tarif 10% Selama 150 Hari, Melawan Mahkamah Agung? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
KONTAN - https://www.kontan.co.id/ Kabar mengagetkan berhembus dari Washington: pada Jumat, 20 Februari 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif global sebesar sepuluh persen yang akan berlaku selama seratus lima puluh hari, menggantikan sejumlah bea darurat yang baru-baru ini dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Tarif ini bukan sekadar angka; ia merupakan manuver hukum dan ekonomi besar. Trump menegaskan kebijakan baru akan didasarkan pada Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974, yang memberi wewenang kepada presiden untuk mengenakan tarif hingga lima belas persen selama maksimal seratus lima puluh hari terhadap negara yang dianggap menimbulkan masalah neraca pembayaran serius. Keistimewaan Pasal 122 terletak pada prosedurnya yang sederhana: tidak memerlukan penyelidikan panjang atau birokrasi rumit, sehingga tarif dapat diterapkan dengan cepat. Dalam konteks ini, tarif 10% diposisikan sebagai solusi instan setelah Mahkamah Agung menyatakan ilegal tarif global luas yang sebelumnya diberlakukan Trump berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional. Putusan Mahkamah Agung menjadi titik balik penting. Pengadilan menilai bahwa tarif sebelumnya melampaui kewenangan hukum yang diberikan oleh undang-undang darurat, sehingga pemerintah tidak lagi dapat menggunakan instrumen darurat ekonomi untuk menerapkan tarif global tanpa batas yang jelas. Menanggapi keputusan itu, Trump bersikap optimistis. Ia menyatakan bahwa pemerintahannya memiliki alternatif kuat, dan tarif 10% ini berpotensi menghasilkan lebih banyak pendapatan bagi Amerika Serikat, sekaligus melindungi ekonomi domestik dan memperkuat posisi fiskal negara. Namun, fleksibilitas Pasal 122 memiliki batas: tarif hanya dapat berlaku selama seratus lima puluh hari. Setelah periode itu berakhir, pemerintah membutuhkan dasar hukum lain untuk melanjutkan kebijakan serupa. Di sinilah Pasal 301 mulai berperan. Trump juga mengumumkan dimulainya serangkaian investigasi praktik perdagangan tidak adil berdasarkan Pasal 301. Mekanisme ini memungkinkan AS mengambil tindakan terhadap negara atau entitas yang dianggap melakukan praktik perdagangan merugikan, meskipun proses investigasinya biasanya memakan waktu berbulan-bulan. Dengan kata lain, tarif global 10% selama seratus lima puluh hari berfungsi sebagai jembatan kebijakan sementara, sambil menunggu hasil investigasi Pasal 301 yang dapat menjadi dasar kebijakan jangka panjang. Dari perspektif ekonomi global, kebijakan ini dapat menimbulkan tiga dampak utama: pertama, tekanan pada arus perdagangan internasional karena hampir semua mitra dagang AS akan terkena tarif; kedua, potensi kenaikan harga barang impor di pasar Amerika; ketiga, kemungkinan respons balasan dari negara-negara lain. Ketidakpastian menjadi faktor utama. Dunia usaha, investor, dan pemerintah di berbagai negara akan memantau dengan seksama bagaimana tarif ini diterapkan dan bagaimana dinamika negosiasi dagang berkembang dalam beberapa bulan ke depan. Isu ini penting karena menyangkut stabilitas perdagangan global. Sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia, perubahan kebijakan tarif di AS hampir selalu menimbulkan efek domino—dari rantai pasok, harga komoditas, hingga sentimen pasar keuangan. #kontantv #kontan #kontannews _________________________________________ Instagram: / kontannews Facebook: / kontannews Twitter: / kontannews