У нас вы можете посмотреть бесплатно BUMI YANG KAMI NODAI | EPIC PATANI или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
“Bumi Yang Kami Nodai” adalah sebuah pengakuan kolektif. Lagu ini menolak narasi bahawa kehancuran alam adalah takdir atau murka langit. Sebaliknya, ia menegaskan bahawa kerosakan bumi adalah hasil langsung daripada perbuatan manusia sendiri daripada kerakusan, kelalaian, dan pengkhianatan terhadap amanah. Ini bukan lagu kemenangan. Ini adalah lagu kesedaran, teguran, dan kepulangan sebelum alam berbicara dengan bahasa yang lebih keras daripada nasihat. Ringkasan Inti Etika Lingkungan dalam Islam 1. Manusia sebagai Khalifah di Bumi Manusia diciptakan sebagai khalifah—bukan pemilik mutlak bumi, tetapi penjaga amanah. Kekhalifahan menuntut tanggung jawab menjaga keseimbangan ciptaan, bukan mengeksploitasi tanpa batas. Ketika manusia merusak alam, yang dikhianati bukan hanya bumi, tetapi amanah Ilahi itu sendiri. 2. Prinsip Kesederhanaan (Wasatiyyah) Islam membenarkan pemanfaatan alam, namun dalam batas keseimbangan. Larangan berlebih-lebihan menegaskan bahawa kerakusan, pemborosan, dan eksploitasi berlebihan bertentangan dengan wasatiyyah. Sistem moden yang menguras sumber daya, mempercepat limbah, dan merusak ekosistem adalah penyimpangan etika yang nyata. 3. Tanggung Jawab terhadap Masyarakat dan Generasi Mendatang Etika Islam memandang masa depan secara panjang. Bumi bukan hanya untuk hari ini, tetapi amanah lintas generasi. Penebangan hutan, perubahan aliran sungai, dan perusakan ekosistem adalah kesalahan etis kerana memindahkan beban kerusakan kepada anak cucu yang tidak pernah memilihnya. 4. Tidak Melempar Kesalahan kepada Alam Kerusakan di darat dan laut tidak terjadi dengan sendirinya. Ia adalah akibat langsung dari perbuatan manusia. Islam menolak sikap menyalahkan alam, cuaca, atau takdir. Tanggung jawab moral menuntut pengakuan: manusialah penyebabnya, bukan korban. 5. Kerendahan Hati terhadap Alam Manusia bukan penguasa mutlak ciptaan, melainkan bagian dari sistem yang tunduk pada hukum Allah dan hukum alam. Ketika manusia merasa lebih tinggi daripada batas dan hukum tersebut, alam tidak “membalas”alam memberi peringatan. Keras, tetapi adil. Kesimpulan Etika Lingkungan dalam Islam Menjadi khalifah berarti menjaga, bukan menguasai.Menggunakan sumber daya secara sederhana, melindungi lingkungan, bertanggung jawab atas dampak perbuatan, memikirkan generasi mendatang, serta menghormati hukum Allah dan hukum alam adalah satu kesatuan etika yang tidak dapat dipisahkan. Intinya: Ketika manusia merusak keseimbangan, alam tidak berdendam alam berbicara. Dan bahasa yang digunakan adalah bencana. Hak Cipta Ⓟ & © Epic Patani Kredit (Credits) Lirik: Epic Patani Melodi: Epic Patani × AI Susunan Muzik: Epic Patani Produksi: Epic Patani Studio #BumiYangKamiNodai #Amanah #LaguKesedaran #LaguInsaf #BukanTakdir #AlamSekitar #ManusiaPunca #BencanaAlam #BencanaAkibatManusia #AlamBerbicara #BumiTerluka #KerusakanLingkungan #KrisisLingkungan #ManusiaPerusak #BukanTakdir #AmanahDikhianati #TeguranAlam #TaubatEkologis #EpicPatani