У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴KPK BONGKAR SKANDAL KORUPSI KELUARGA BUPATI PEKALONGAN, RP19 MILIAR DIDUGA MENGALIR или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
KPK resmi menetapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan sejumlah proyek lain di lingkungan Pemkab Pekalongan Tahun Anggaran 2023–2026. KPK menduga praktik tersebut dijalankan layaknya bisnis keluarga, dengan aliran keuntungan yang dinikmati lang=sung oleh bupati, suami, hingga anak-anaknya. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026), memaparkan. Bahwa Fadia merupakan penerima manfaat sesungguhnya (beneficial owner) dari PT Raja Nusantara Berjaya (PT RNB). Perusahaan tersebut didirikan pada 2022 oleh suami dan anak bupati, dan diduga digunakan untuk memonopoli proyek di Pemkab Pekalongan. Sepanjang 2023 hingga 2026, tercatat transaksi masuk ke PT RNB mencapai Rp 46 miliar yang bersumber dari kontrak dengan sejumlah perangkat daerah. Namun, dana yang digunakan untuk membayar gaji pegawai outsourcing hanya Rp 22 miliar. Sisa dana sekitar Rp 19 miliar atau 40 persen dari total transaksi diduga dibagikan kepada keluarga bupati. Berdasarkan temuan KPK, pembagian dana tersebut antara lain: Fadia Arafiq menerima Rp 5,5 miliar. Mukhtaruddin Ashraff Abu selaku suami bupati menerima Rp 1,1 miliar. Sekaligus, ia merupakan anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar dan menjabat komisaris di PT RNB. Muhammad Sabiq Ashraff, anak bupati sekaligus anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dari Fraksi Golkar, menerima Rp 4,6 miliar. Ia juga pernah menjabat Direktur PT RNB periode 2022–2024. Mehnaz NA, anak bupati lainnya, menerima Rp 2,5 miliar. Rul Bayatun, Direktur PT RNB sejak 2024 sekaligus orang kepercayaan bupati, menerima Rp 2,3 miliar. Penarikan tunai lainnya tercatat sebesar Rp 3 miliar. Asep menjelaskan, selama menjabat, Fadia diduga melakukan intervensi terhadap para kepala dinas melalui anaknya dan orang kepercayaannya. Pengelolaan dan distribusi dana hasil korupsi disebut diatur langsung oleh Fadia melalui komunikasi dalam grup WhatsApp bernama “Belanja RSUD. ” Setiap penarikan uang untuk kepentingan bupati dilaporkan dan didokumentasikan di grup tersebut. KPK menyatakan masih mendalami kemungkinan adanya tindak pidana lain yang melibatkan perusahaan keluarga tersebut. #bupatipekalongan #fadiarafiq #kpk #korupsi #pekalongan Simak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/ Simak Video Viral lainnya / tribunsingkawang1 Program: Live Update Host: Thalia Iza Sumber: Tribunnews.com Uploader: Anesh Viduka Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd... Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Follow us: Instagram: / tribunpontianak Facebook: / tribunpontianakinteraktif Twitter: / tribunpontianak TikTok: tiktok.com/@tribunpontianak Terima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.