У нас вы можете посмотреть бесплатно Bagaimana Mereka Membangun Kota di Ketinggian 2400 m Tanpa Mesin? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Episode investigatif dari seri film dokumenter ini membawa kita ke Peru, ke Pegunungan Andes — ke sebuah punggung gunung sempit di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut, tempat Machu Picchu, kota hilang bangsa Inca, berdiri. Machu Picchu tampak seolah-olah tidak dibangun, melainkan “dirakit” dengan sangat teliti dari granit: rumah batu, kuil, dan alun-alun menempel pada lereng, dengan sambungan antarblok yang begitu presisi hingga bahkan pisau tipis pun tidak dapat diselipkan di antaranya. Semakin lama kita memandang, semakin kuat pertanyaannya: bagaimana semua ini bisa dilakukan tanpa teknologi modern — tanpa derek, tanpa kabel baja, tanpa gergaji besi, dan tanpa kendaraan beroda yang bisa berfungsi di ketinggian dan di lereng seterjal ini? Bagaimana Mereka Membangun Kota di Ketinggian 2400 m Tanpa Mesin? Dalam video ini, kami menguraikan langkah demi langkah bagaimana pembangunan Machu Picchu mungkin diorganisasi: mengapa bangsa Inca memilih punggung gunung ini, bagaimana penguasa Pachacuti mengubah puncak liar menjadi kediaman kerajaan yang tertutup, dan apa yang tersembunyi di bagian “tak terlihat” kota. Kami membahas fondasi, lapisan batu pecah dan pasir, saluran bawah tanah, serta sistem drainase yang mengalihkan hujan deras agar kota tidak meluncur ke jurang. Bagi Machu Picchu, hal ini sangat menentukan: hujan lebat, kabut, dan badai adalah hal biasa di sini, dan justru rekayasa tersembunyi di dalam gununglah yang membuat kota ini tetap stabil hingga hari ini. Sebuah bagian khusus didedikasikan untuk teknologi pemotongan dan penyusunan batu bangsa Inca. Granit ditambang di dekat lokasi, dengan memecah batu menggunakan pasak kayu dan air. Namun misteri utama Machu Picchu terletak pada proses pembentukan dan penyusunan: pasangan batu kering tanpa mortar, sisi-sisi poligonal, tonjolan dan celah — sebuah “puzzle” batu di mana setiap blok memiliki bentuk unik. Dinding seperti ini bekerja layaknya peredam kejut: saat gempa, batu-batu bergeser tanpa runtuh, lalu kembali ke posisi semula. Itulah sebabnya Machu Picchu mampu bertahan selama berabad-abad aktivitas seismik di Andes dan tetap mempertahankan arsitektur yang terlihat modern bahkan sekarang. Kami juga menampilkan “kebun gantung” — teras-teras pertanian bangsa Inca yang mengelilingi Machu Picchu. Ini bukan sekadar dekorasi, melainkan sistem bertahan hidup: lapisan batu, lapisan kerikil, lapisan pasir, dan barulah tanah di bagian atas. Teras-teras ini menstabilkan lereng, mengatur kelembapan, dan menciptakan mikroiklim yang memungkinkan penanaman jagung dan tanaman lain di ketinggian seperti ini. Di dekatnya terdapat keajaiban lain: sistem air Machu Picchu. Sebuah kanal batu dengan kemiringan yang dihitung secara presisi membawa air dari mata air pegunungan ke rangkaian pancuran dan kolam, dengan pemisahan yang jelas antara air bersih dan sistem drainase. Kisah penemuannya menambah unsur dramatis, sebagaimana layaknya film dokumenter yang kuat. Pada Juli 1911, penjelajah Hiram Bingham mendaki ke reruntuhan yang tersembunyi oleh kabut dan hutan lebat — dan dunia kembali mendengar nama Machu Picchu. Kami menjelaskan mengapa kota ini selama berabad-abad luput dari pandangan para penakluk Spanyol, bagaimana ia sempat disalahartikan sebagai Vilcabamba, dan bagaimana publikasi serta foto-foto mengubah Machu Picchu menjadi sensasi dunia. Kami juga menyentuh perdebatan tentang artefak dan pengembalian temuan tersebut ke Peru. Kami tidak menyajikan satu teori sebagai kebenaran mutlak. Dalam episode ini, kami membandingkan berbagai hipotesis, melihat apa yang didukung oleh penggalian dan observasi, dan apa yang masih diperdebatkan. Dan ketika tidak ada jawaban pasti, kami dengan jujur menunjukkan mengapa jawaban itu belum ada — serta detail Machu Picchu mana yang masih memicu perdebatan ilmiah hingga hari ini. Pada akhirnya terbentuk gambaran yang utuh: Machu Picchu sebagai kompleks pegunungan yang mandiri, di mana agama, astronomi, dan teknik berpadu dalam satu rancangan — dari Kuil Matahari dan orientasi jendela, hingga Intihuatana, “batu tempat matahari diikat”. Jika Anda tertarik pada film dokumenter tentang peradaban kuno, arkeologi, Peru, dan misteri pembangunan tanpa teknologi modern, episode ini menawarkan fakta, teori, dan logika yang jelas tentang bagaimana sebuah kota bisa muncul di ketinggian 2.400 meter — dan mengapa hingga kini ia masih membuat ilmu pengetahuan modern kebingungan. Bantu Support Channel Maharu ini dengan cara: LIKE, KOMEN, dan SUBSCRIBE update video misteri dunia setiap Senin - Sabtu jam 17.00! 🔔