У нас вы можете посмотреть бесплатно Morgue Vanguard - "Kontra Muerta" или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
LISTEN ON: Spotify: https://open.spotify.com/album/6oLqjW... iTunes: / kontra-muerta-single Lyrics written by Morgue Vanguard Music produced by Morgue Vanguard Additional gang vocals: Morgue Vanguard, Gndhi, Yansenist Aim Recorded and engineered by Jay Dawn at Cutz Chamber, Bandung Cello performed by E Dikara Dhiauddin Djawas, recorded at Pohaci Studio Bandung, engineered by Ibrahim Adi Mixed and mastered by Hamzah Kusbiyanto contains a portion of: "My Favorite Things" performed by John Coltrane (1961) "(I Know) I'm Losing You" performed by Rare Earth (1970) "Clap Your Hands" performed by LL. Cool J. (1989) "Kissing My Love" performed by Cold Blood (1973) * * * * * * KONTRA MUERTA di kedalaman hutan yang tergelap dan rawa yang paling senyap jangan pernah melunak ketika datang senjakala marah lah pada pudaran sinar gejolak kawula muda serupa kejang delapan tiga bergolak gelora rima serupa pembebasan Papua mengganti pandu dengan gelegar petir menemukan padanan candu yang membuat Chairil menulis syair meribak tamsil alasan hidup seorang martir membaca tafsir graffiti Phase Two dan Zephyr berpose b-boy stand di atas hamparan pasir sebelum datang menagih hari filsafat sebagai martil mengada bersama merakit patahan makna irama abad bawa jagad serupa Afrizal Malna mencuri nyala api dari puisi Agam Wispi hingga kebenaran tak lagi berpihak kepada nisbi di hari mereka membakar lembaran, kami bakar jembatan di belakang, dengan ekstasi yang sama di hari pertama mendengar Bad Brains dengan HeartattaCk di tangan lewati gelapnya zaman dengan buku dan rekaman CHORUS Bakar birama macam Pramoedya bakar sampah kaki jejak tanah, kepala menengadah berpantang lalai pantangi hidup terjajah hingga jasad terkubur enam kaki bawah tanah inspirasi tak datang dari waktu yang menyerah yang memberangus risalah atau sudut yang mengalah jika ada tugas sejarah dari pedang rima sebilah adalah mencatat semangat zaman dan mencegah diri merapat ke barisan penyeragam ranah pantang hidup tanpa marwah, tulis bait tanpa arwah menggapai transendensi, ambil alih kendali hidup yang berkubang pada mesin yang berotasi kenali angkara di antara Thukul menyusun aksara merancang rencana menyusun kepalan menghias angkasa hirup kina Harry Roesli saat menulis Malaria jatuh cinta bersama lembaran Sapardi dan Neruda pernah kah pula kau dengar gemetar lutut tiran saat Mentari bersinar dari petikan gitar Abah Iwan? jantung berdegup kala membaca kisah sepenuturan Orwell, Rendra, Nyanyian Baru Roem Topatimasang CHORUS tepuk tangan bagi mereka yang menyulut bara dari derai-derai halaman bagi hari-hari memburu nyawa pada Tetralogi Buru berguru pada puisi Romomangun di Kali Code dan membacakan puisi pamflet di depan Koramil tepuk tangan bagi jalan sepi tengah malam yang dijajaki mereka yang tak pernah jera hidup sepenuhnya dan memaknai dunia Rest in Peace Wahyu Permana * * * * Bagian akhir: soundclip potongan dari pembacaan puisi "Tidak Hari Ini", di Rumah Cemara, Bandung, 5 Agustus 2018. ------------------------------------ Grimloc Records, 2019 .