У нас вы можете посмотреть бесплатно Dea Kerap Cerita Menerima Ancaman oleh Seseorang ke Keluarga Sebelum Ditemukan Tak Bernyawa или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TRIBUNCIREBON.COM - Warga Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, digemparkan oleh penemuan jasad seorang wanita muda bernama Dea Permata Karisma (27), Selasa (12/8/2025) siang. Dea ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya, dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya. Peristiwa mengenaskan ini diduga kuat merupakan aksi pembunuhan. Kepolisian setempat kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tragis ini. Pantauan Tribunjabar.id di lokasi kejadian sekitar pukul 16.00 WIB menunjukkan garis polisi telah membentang mengelilingi rumah korban. Petugas terlihat sibuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengumpulkan bukti-bukti awal. Informasi yang diperoleh menyebutkan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh pembantu rumah tangganya. Dea ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tergeletak di dalam rumah dengan tubuh penuh luka tusuk dan darah berceceran. Ayah korban, Sukarno (65), mengaku mendapat kabar duka sekitar pukul 14.30 WIB. Ia mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, sang anak sempat mengalami berbagai bentuk teror dari seseorang yang tidak dikenal. "Pernah cerita, sempat diancam berturut-turut selama tiga bulan. Bahkan orang itu sempat masuk ke dalam rumah juga dipergoki oleh pembantu, pas itu langsung kabur," ujar Sukarno saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (12/8/2025). Ancaman tersebut rupanya bukan hanya teror langsung. Sukarno mengatakan, Dea juga sempat menerima pesan bernada ancaman pembunuhan melalui aplikasi WhatsApp. Hal ini dibenarkan oleh ibunya, Yuli Ismawati (55), yang juga menyarankan agar putrinya melaporkan ancaman itu ke pihak berwenang. "Sudah kami laporkan ke Babinsa, bahkan sampai ke Polsek Jatiluhur. Tapi tidak ada satu pun yang datang menindaklanjuti," ucap Yuli sambil menangis terisak. Reporter: Deanza Falevi Editor: Rudy Laudza Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Ikuti juga informasi melalui akun media sosial dan website kami: Website : https://cirebon.tribunnews.com Instagram: / tribuncirebondotcom Twitter : / tribun_cirebon Facebook : / tribuncirebon Tiktok : / tribuncirebon.com #tribuncirebon #deapermata #purwakarta #polisi #ancaman