У нас вы можете посмотреть бесплатно Ditangkap di SPKLU, KPK Tepis Alibi Bupati Pekalongan yang Menyinggung Gubernur Jateng или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah klaim Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, yang menyatakan dirinya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) saat sedang bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Lembaga antirasuah tersebut menegaskan bahwa sang bupati diringkus di sebuah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Semarang saat sedang mengecas mobil, mematahkan narasi penangkapan bersama petinggi provinsi tersebut. Usai menjalani pemeriksaan maraton dan resmi mengenakan rompi oranye tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Rabu (4/3/2026), Fadia bersikukuh membantah bahwa dirinya terjaring OTT. Ia berdalih tidak ada uang serupiah pun yang disita darinya saat penangkapan dan menjadikan Gubernur Jawa Tengah sebagai alibinya. "Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apa pun yang diambil. Dan pada saat penangkapan saya, apa mereka menggerebek ke rumah? Saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah," kilah Fadia saat digiring menuju mobil tahanan. Ia menyebut pertemuannya dengan Ahmad Luthfi saat itu hanya untuk membahas alasan ketidakhadirannya dalam acara rapat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dengan tegas menepis narasi sepihak dari sang bupati. Asep membeberkan bahwa tim KPK bahkan sempat nyaris kehilangan jejak Fadia setelah melakukan penindakan awal di Kabupaten Pekalongan. “Setelah dari Pekalongan itu, tim ada yang bergerak ke Semarang, bahkan hampir kehilangan yang bersangkutan,” ungkap Asep. Titik terang justru muncul dari sebuah ketidaksengajaan pada Selasa (3/3/2026) dini hari. “Ketika sampai ke Semarang, itu semacam ada keberuntunganlah. Dicari, ternyata mobil listrik lagi dicas, lagi diisi. Nah, di situ ketemunya,” bebernya. Terkait klaim Fadia yang mengaku ditangkap bersama Ahmad Luthfi, Asep menegaskan, “Selama kami ada di posko, enggak ada informasi itu.” Sejalan dengan temuan KPK, Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi turut membantah tudingan bahwa Fadia ditangkap saat sedang bersamanya. Luthfi menegaskan bahwa pihak pemerintah provinsi sama sekali tidak mengetahui detik-detik penangkapan Fadia. “Lha yang nuding siapa. Ditangkapnya (Bupati Pekalongan) kita saja ndak ada yang tahu,” tegas Luthfi saat dikonfirmasi. Meski demikian, Luthfi mengakui memang sempat ada pertemuan dengan Fadia pada Senin (2/3/2026) malam di kediaman pribadinya, beberapa jam sebelum operasi senyap KPK. (*) Editor VIdeo: Wahyu Triono