У нас вы можете посмотреть бесплатно Waspada “Silent Disease”! Diabetes Menyerang 10 714 Warga Trenggalek, Perempuan Mendominasi - bioztv или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
www.bioztv.id - Diabetes melitus (DM) kini mengancam serius kesehatan warga Kabupaten Trenggalek. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskesdalduk KB Trenggalek) mencatat 10.714 warga mengidap diabetes hingga akhir Desember 2025. Penyakit ini dikenal luas sebagai silent disease karena kerap berkembang tanpa gejala awal yang jelas. Data menunjukkan perempuan mendominasi jumlah penderita. Dari total kasus yang ada, 64,16 persen merupakan perempuan, sedangkan 35,84 persen lainnya laki-laki. Kepala Diskesdalduk KB Trenggalek, dr. Sunarto, menegaskan bahwa diabetes kini menyerang semua kelompok usia, mulai dari usia 15 tahun ke atas, sehingga usia produktif berada dalam risiko tinggi. “Dari 10.714 penderita, perempuan berjumlah 6.874 orang dan laki-laki 3.840 orang. Pola ini menunjukkan perempuan di Trenggalek menghadapi risiko diabetes yang jauh lebih tinggi,” ungkap dr. Sunarto, Senin (29/12/2025). Gaya Hidup Modern Picu Lonjakan Diabetes dr. Sunarto menjelaskan bahwa diabetes berkembang secara bertahap, bukan muncul tiba-tiba. Faktor genetik berpadu dengan pola hidup tidak sehat menjadi pemicu utama lonjakan kasus di Trenggalek. Beberapa faktor dominan meliputi: • Pola makan tinggi gula dan lemak, • Minim aktivitas fisik atau gaya hidup sedentari, • Obesitas dan stres berkepanjangan. “Banyak warga baru mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah muncul komplikasi serius. Inilah alasan diabetes disebut silent disease karena gejalanya sering tidak terasa di fase awal,” jelasnya. Perempuan Hadapi Risiko Lebih Besar Menurut dr. Sunarto, dominasi penderita perempuan membutuhkan perhatian khusus. Faktor hormonal berpadu dengan tekanan peran ganda, baik dalam pekerjaan maupun urusan rumah tangga, sering memicu stres dan pola makan tidak terkontrol. “Banyak perempuan mengesampingkan kesehatan pribadi karena fokus pada keluarga dan pekerjaan. Kami ingin mengubah kondisi ini melalui edukasi dan deteksi dini yang masif,” tegasnya. Pemkab Trenggalek Genjot Skrining dan Cek Kesehatan Gratis Untuk menekan laju kasus diabetes, Diskesdalduk KB Trenggalek memperkuat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini menjangkau berbagai kelompok usia, antara lain: • Anak mulai usia dua tahun, • Pelajar sekolah, • Masyarakat usia produktif. Bagi warga yang telah mengidap diabetes, pemerintah memberikan layanan kesehatan rutin setiap bulan, meliputi konseling, pemeriksaan gula darah berkala, serta rujukan cepat ke fasilitas kesehatan lanjutan jika dokter menemukan tanda komplikasi. “Diabetes memang tidak bisa sembuh total, tetapi kita bisa mengendalikannya. Deteksi dini dan disiplin menjalani pola hidup sehat menjadi kunci utama,” tutup dr. Sunarto.(CIA) #DinkesTrenggalek #ObatDiabetes #KasuDiabet 🚸 Jangan lupa juga ikuti Bioz.TV di : 🌐 Website : www.bioztv.id 🔵 Instagram : / bioz_tv 🔵 Tiktok : / bioz_tv 🔵 Facebook : / bioztv 🔵 Twitter : https://x.com/bioz_tv