У нас вы можете посмотреть бесплатно [4K] Walking Around Palembang City 2019 ~ Great Mosque of Sultan Mahmud Badaruddin II to Pasar Cinde или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Walking Map : http://bit.ly/37n7VyA Berjalan sejauh 2,6 km selama 50 menit dari Bundaran Air Mancur Palembang, menuju Plaza Benteng Kuto Besak, melalui Monpera Palembang dan Rumah Sakit dr AK Gani, memutari Taman Malam Benteng Kuto Besak (BKB), Air Mancur BKB, Plaza BKB dan Tugu Ikan Belido. Kembali lagi ke arah Jalan Lintas Sumatera, melalui Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Taman Ampera Skate Park, menuju ke Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II di ujung Jalan Jend. Sudirman Palembang. Menyusuri Jalan Jend. Sudirman menuju ke Stasiun LRT Pasar Cinde, dimana ada pusat Penjualan Batu Akik di Palembang. Sampai Stasiun LRT Pasar Cinde kembali naik LRT Palembang menuju tempat singgah. ============ Palembang Fountain Circle : Bundaran Air Mancur dengan Tugu SEA Games di tengahnya, sekaligus merupakan titik 0 kilometer Kota Palembang Museum Monumen Perjuangan Rakyat atau bisa juga disebut dengan Monpera. Monpera terletak atau berada di provinsi sumatera selatan yang lebih tepatnya berada di kota palembang. Museum Monpera dibuat untuk memperingati serangan dari Agresi Militer Belanda II yang pada saat itu Belanda mengepung kota Palembang dengan mengerahkan Tank dan Artileri. Belanda juga menembaki pejuang nasionalis dan menjatuhkan bom di kota Palembang, Pertempuran itu terjadi di kota Palembang selama 5 hari 5 malam. Didalam Monpera kita bisa melihat berbagai macam koleksi sejarah yang berkaitan dengan peristiwa perjuangan masyarakat Palembang menghadapi Agresi Militer Belanda II seperti Foto dokumentasi, Pakaian, Senjata, buku dan mata uang yang dipakai pada saat itu Kuto Besak adalah bangunan keraton yang pada abad XVIII menjadi pusat Kesultanan Palembang. Gagasan mendirikan Benteng Kuto Besak diprakarsai oleh Sultan Mahmud Badaruddin I yang memerintah pada tahun 1724-1758 dan pelaksanaan pembangunannya diselesaikan oleh penerusnya yaitu Sultan Mahmud Bahauddin yang memerintah pada tahun 1776-1803. Sultan Mahmud Bahauddin ini adalah seorang tokoh kesultanan Palembang Darussalam yang realistis dan praktis dalam perdagangan internasional, serta seorang agamawan yang menjadikan Palembang sebagai pusat sastra agama di Nusantara. Menandai perannya sebagai sultan, ia pindah dari Keraton Kuto Lamo ke Kuto Besak. Belanda menyebut Kuto Besak sebagai nieuwe keraton alias keraton baru. Tugu Belido berwarna perak atau silver tampak berdiri kokoh di pinggiran Sungai Musi dengan moncong ikan mengarah ke Sungai Musi. Tugu Belido setinggi 12 meter dan lebar 22 meter, dengan tugu air mancur yang mengarah ke Sungai Musi ini menjadi ikon baru Kota Palembang. Tugu Ikan Belido dibangun dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam, menelan biaya produksi sekitar Rp 3,4 miliar. Pembangunan tugu ini juga sebagai wujud syukur Pemkot Palembang karena dengan adanya habitat ikan belido, tingkat perekonomian masyarakat Palembang bisa meningkat. Ikan belido merupakan bahan utama pembuatan pempek, kemplang, dan kerupuk khas Palembang. Namun seiring langkanya ikan belida, pengusaha kuliner Palembang beralih ke jenis ikan lainnya, seperti ikan tenggiri dan ikan gabus. Ikan Belido sangat berjasa bagi perkembangan usaha makanan khas Palembang. Untuk itu, diabadikan dalam bentuk tugu. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo[1] atau biasa disebut Masjid Agung Palembang adalah sebuah masjid paling besar di Kota Palembang, Sumatra Selatan. Masjid ini didirikan pada abad ke-18 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo. Pasar Cinde adalah sebuah distrik komersial di Palembang, Indonesia. Bangunan utama Pasar Cinde dulunya adalah pasar tradisional yang dibongkar pada 2017 dalam rangka membangun pasar modern di kawasan tersebut.[1] Berbagai gerai di Pasar Cinde menjual berbagai barang, dari barang rumah tangga, sayur, biah, daging, makanan ringan sampai kerangka mobil dan batu akik.