У нас вы можете посмотреть бесплатно Tari Nandhang Wengi - SDN Lowokwaru 3 Malang или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TEMA : Kehidupan sehari-hari anak dan lingkungan sosial NAMA : Reynata Wubbi Prasetyo Olivia Cahaya Fitri Elina Shakila Yunantha --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Nandhang Wengi sebuah kata dalam bahasa Jawa yang berarti "Menghabiskan waktu malam hari dengan aktivitas tertentu.", menjadi tajuk utama dalam karya tari kontemporer berbasis tradisi ini. Karya ini merupakan personifikasi dari keriuhan spiritual dan sosial anak-anak di pedesaan Jawa saat menyambut bulan suci Ramadhan, khususnya melalui tradisi Nethek Saur. Lebih dari sekadar pertunjukan gerak, Nandhang wengi adalah sebuah refleksi tentang nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan harmoni dalam kebersamaan Pertunjukan dibuka dengan suasana syahdu di selasar masjid. Melalui gerak yang stilatif, penari menggambarkan kekhusyukan anak-anak saat melaksanakan ibadah Shalat Tarawih. Namun, sisi kanak-kanak yang jenaka tak bisa disembunyikan; sisa-sisa energi ibadah itu meledak menjadi kegembiraan setelah salam terakhir diucapkan. Panggung kemudian berubah menjadi arena bermain yang dinamis. Di bawah pendar rembulan, anak-anak larut dalam permainan tradisional Gedrik dan Engklek. Pola lantai yang melompat dan gesit menggambarkan keriangan yang tulus, di mana tawa dan peluh menyatu. Di tengah keasyikan tersebut, mereka diingatkan oleh waktu. Kedisiplinan diuji di sini—mereka harus segera pulang dan bergegas tidur agar bisa bangun lebih awal demi menjalankan tugas mulia: membangunkan warga desa untuk santap sahur melalui alunan Nethek. Ketegangan muncul ketika fajar hampir menyingsing, namun keheningan justru menyelimuti. Apa yang terjadi jika rasa kantuk mengalahkan komitmen? Bagaimana jika mata sulit terjaga karena terlalu asyik bermain hingga larut? Bagian ini menggambarkan kegelisahan dan ketergesaan anak-anak yang terlambat bangun. Gerak tari yang semula teratur berubah menjadi kacau, penuh komedi, sekaligus menegangkan. Mereka berlarian mencari alat Nethek mereka, saling menyalahkan dalam gerak teatrikal, sembari berpacu dengan waktu sebelum imsak tiba. Penonton akan diajak bertanya-tanya: Akankah tradisi Nethek Saur malam itu berjalan semestinya? Ataukah kesunyian akan memenangkan malam? ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Adaptasi karya Tari Mawunggu Karya : Titania Wilis Santy S.Sn dan Hadis Nur Wahid S.Sn #tari #ramadhan #kreativitas #tarimalang