У нас вы можете посмотреть бесплатно Ahok Jadi Saksi Sidang Tata Kelola Minyak, Sebut Pertamina Rugi hingga Singgung Jokowi или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dihadirkan jadi saksi dalam sidang tata kelola minyak di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat pada Senin (27/1/2026). Ahok jadi saksi untuk terdakwa Kerry Adrianto Riza, Gading Ramadhan Joedo, Dimas Wehaspati, Sani Dinar Saifuddin, Yoki Firnandi, Agus Purwono, Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne. Dalam kesaksiannya, Ahok mengungkapkan bahwa Pertamina sebenarnya kerap mengalami kerugian. Hal ini disebabkan kebijakan pemerintah yang tak boleh menaikkan harga barang subsidi. Untuk itu, Pertamina dalam hal ini jajaran direksi kerap meminjam dana untuk menutupi kerugian perusahaan. Ahok juga telah mengadukan kondisi ini ke presiden yang kala itu menjabat, Joko Widodo (Jokowi). Ia pun menyarankan agar sistem subsidi bisa diubah menjadi per individu dengan mekanisme digital melalui aplikasi myPertamina. Namun sistem baru ini tak disetujui oleh kepala negara. Menurut Ahok, jika sistem subsidi diubah, maka Pertamina dinilai bisa mendapatkan untung sekitar 6 miliar dolar AS per tahun. Dalam persidangan tersebut, Ahok juga mengakui pernah meminta jabatan Direktur Utama Pertamina pada Jokowi. Alasannya, untuk memperbaiki tata kelola Pertamina, namun karena usulan-usulannya tak pernah dijalankan, maka ia memutuskan mundur. Hakim anggota, Adek Nurhadi juga sempat menanyakan pada Ahok soal campur tangan pihak luar selain pemerintah maupun internal Pertamina dalam pengelolaan perusahaan. Ahok lantas secara lugas menjawab bahwa BUMN seperti titipan politik. Ia bahkan mengakui dirinya bisa jadi Komut Pertamina karena merupakan teman presiden, dalam hal ini adalah Jokowi. Seusai persidangan, Ahok lantas menjelaskan perbedaan politik dengan Jokowi membuatnya mundur dari jabatannya sebagai Komut Pertamina. Untuk diketahui, sidang kali ini menyoroti dugaan korupsi penyewaan Terminal BBM Merak oleh PT Pertamina (Persero). Jaksa Penuntut Umum menyebut total kerugian negara dalam perkara ini diperkirakan mencapai Rp 285 triliun. Ahok sendiri mengaku tak mengetahui angka kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi tata kelola mimyak mentah ini. Menurutnya, angka kerugian negara harus dihitung secara hati-hati. (TribunVideo.com) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ahok Sebut Kondisi Cash Flow Pertamina Berdarah-darah, Mengaku Pernah Lapor Jokowi, https://www.tribunnews.com/nasional/7.... Penulis: Ibriza Fasti Ifhami Editor: Adi Suhendi Program: Live Tribunnews Update Host: Fransisca Krisdianutami Mawaski Editor Video: Irvan Nur Prasetyo Reporter: Ibriza & Rahmat Nugraha