У нас вы можете посмотреть бесплатно Ada Apa dengan Anak Melik? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
• Ada Apa dengan Anak Melik? Ada Apa dengan Anak Melik? #AdaApaDenganAnakMelik? #ApaYangPatutDilakukanUntukSeseorangYangMelik? #SiapakYangDimaksudDenganAnakMelik? Apa yang dimaksud dengan Melik? Dalam tradisi Bali, melik merujuk pada seseorang yang dianggap memiliki kecenderungan atau panggilan spiritual tertentu, biasanya berkaitan dengan dunia niskala (tak kasatmata), leluhur, atau kekuatan religius tertentu. Melik sering dipahami sebagai “keturunan” spiritual (misalnya garis pemangku, balian, sulinggih), memiliki taksu kuat (aura spiritual/karisma) atau ada “tarikan” ke arah dunia ritual dan pelayanan keagamaan. Secara sosiologis, melik adalah bentuk legitimasi simbolik dalam komunitas: seseorang diakui memiliki kualitas tertentu yang tidak semua orang miliki. Lalu, siapa yang disebut melik? Tidak semua orang otomatis disebut melik. Biasanya yang disebut melik adalah orang (1) dengan garis keturunan spiritual misalnya keturunan pemangku, balian, atau keluarga yang memiliki riwayat spiritual kuat; (2) yang sering mengalami pengalaman batin tertentu, seperti mimpi simbolik, trance ringan, atau kepekaan terhadap tempat suci; (3) anak kecil yang menunjukkan tanda-tanda khusus sejak dini, misalnya sangat tertarik ke pura, mudah “nyambung” saat sembahyang; (4) Orang yang secara sosial diakui memiliki taksu misalnya ketika memimpin upacara, berbicara dalam dharma wacana, atau bahkan dalam seni sakral. Melik bukan selalu berarti harus menjadi balian atau pemangku. Ia bisa menjadi kualitas batin yang menonjol dalam berbagai bidang. Adakah tanda-tanda seseorang disebut melik? Secara tradisional, beberapa tanda yang sering disebut dalam masyarakat Bali antara lain, yaitu: sering bermimpi didatangi leluhur atau simbol pura. Tubuh merespons kuat saat ada upacara (misalnya mudah kesurupan atau trance); hati sangat tersentuh ketika berada di tempat suci; memiliki empati dan kepekaan batin yang tinggi; mengalami gangguan batin jika “menolak panggilan” tertentu. Tidak semua pengalaman batin berarti melik. Dalam konteks kekinian, kita juga perlu membedakan antara pengalaman spiritual dan kondisi psikologis. Pendekatannya harus bijaksana dan tidak gegabah. Lalu apa yang patut dilakukan agar melik itu positif ? Kalau seseorang dianggap melik, langkah yang bijak adalah: (1) Konsultasi dengan Orang Tua dan tokoh Spiritual. Biasanya keluarga akan menanyakan pada sulinggih atau pemangku untuk mendapatkan petunjuk. Bukan untuk “mencari sensasi”, tapi untuk menata arah. (2) Perkuat dasar etika (Sila) karena dalam Hindu, spiritualitas tanpa etika itu berbahaya. Oleh karena itu, seseorang yang melik menjaga prinsip-prinsip Tri Kaya Parisudha; Pengendalian diri tidak sombong karena “punya kelebihan”. (3) Perkuat pengetahuan (Tattwa) karena melik tanpa pemahaman bisa menjadi liar. Belajar tattwa, memahami dharma, memperdalam ajaran akan membuat melik menjadi kesadaran, bukan sekadar fenomena. (4) Merawat tubuh dan psikologis, karena melik seringkali berkaitan dengan kepekaan, maka seseorang yang melik juga harus istirahat cukup, jangan terlalu memaksakan diri dalam ritual, dan menjaga keseimbangan hidup. (5) Jangan dikejar, jangan ditolak, melik adalah anugrah dan orang yang terpilih. Kalau memang panggilan dan orang terpilih sadari dan laksanakan dengan penuh ketenangan, kedewasaan, pelayanan, dan bukan kegelisahan dan kebanggaan diri. Secara reflektif, melik berhubungan dengan kecenderungan batin seseorang untuk melayani dan menyelaraskan diri dengan tatanan kosmis. Bagaimana penjelasan selanjutnya, silahkan simak sesuluh ini melalui Yudha Triguna Channel pada Youtube, juga pada Dharma wacana agama Hindu. Untuk mendapatkan video-video terbaru silahkan Subscribe https://www.youtube.com/channel/UCB5R Facebook: www.facebook.com/yudhatriguna Instagram: / yudhatrigunachannel