У нас вы можете посмотреть бесплатно Festival Media Perdana Se- Tanah Papua Resmi Ditutup или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Festival Media Se-Tanah Papua 2026 yang digelar Asosiasi Wartawan Papua (AWP) resmi ditutup oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum Provinsi Papua Tengah, Marthen Ukago, pada Kamis sore. Festival yang berlangsung selama tiga hari ini dihadiri oleh ribuan peserta, termasuk jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua. Dalam sambutannya, Ketua AWP, Elisa Sekenyap, mengatakan bahwa festival ini akan menjadi agenda rutin dua tahunan dan bertujuan memperkuat kapasitas jurnalis, khususnya wartawan asli Papua. "Festival ini akan menjadi agenda rutin dua tahunan dan bertujuan memperkuat kapasitas jurnalis, khususnya wartawan asli Papua," kata Elisa. Sementara itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Marthen Ukago, menyampaikan syukur atas terselenggaranya festival ini. Ukago juga menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis pembangunan dan pengawal kepentingan publik. "Insan pers adalah mitra strategis pembangunan. Kritik yang jujur, data yang akurat, dan keberpihakan pada kepentingan publik menjadi fondasi pemerintahan yang transparan dan adil," kata Ukago. Ketua Panitia, Abeth, mengatakan bahwa festival ini telah dirintis dan akan diwariskan kepada semua yang aktif dalam dunia pers. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini telah diikuti oleh 1.032.000 orang dan berharap para peserta dapat melihat sejauh mana mereka telah berjalan. "Kamu mungkin belum sampai tujuan, tetapi lihatlah sejauh mana sudah berjalan," kata Abeth. Festival ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk Forkopimda, pimpinan organisasi pers, tokoh senior media, anggota DPR Papua Tengah dan MRP, kepala OPD, tokoh adat, agama, perempuan, pemuda, pelajar, mahasiswa, serta insan pers dari berbagai wilayah Papua.