У нас вы можете посмотреть бесплатно MALAYSIA HEBOH, stlh PRABOWO TEMUI XI JINPING - 3,5 LUSIN J10C bkl TERBANG DI LANGIT INDONESIA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Kabar mengenai rencana Indonesia untuk mengakuisisi 42 unit jet tempur J-10C buatan Chengdu Aircraft Industry Corporation (CAIC), China, telah menjadi sorotan utama berbagai media internasional. Kesepakatan yang diperkirakan bernilai hampir 9 miliar Dolar AS ini menandai potensi pergeseran signifikan dalam kebijakan modernisasi alutsista Indonesia yang selama ini cenderung bergantung pada teknologi Barat. Langkah strategis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini tak ayal mengundang perhatian luas, mengingat implikasi geopolitik dan perubahan keseimbangan kekuatan udara di kawasan Asia Tenggara. Sejumlah media asing terkemuka telah memberitakan secara ekstensif mengenai potensi pembelian jet tempur J-10C oleh Indonesia. Di antaranya adalah: Associated Press (AP News): Salah satu kantor berita terbesar di dunia ini melaporkan bahwa pejabat pertahanan tertinggi Indonesia telah mengonfirmasi rencana akuisisi 42 jet tempur J-10C, yang disebut sebagai kesepakatan pembelian pesawat non-Barat pertama bagi Indonesia. Selanjutnya ada CNA (Channel News Asia): Media yang berbasis di Singapura ini menyoroti pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan konfirmasi dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait persetujuan anggaran untuk pembelian tersebut. Analis yang dikutip CNA menyebutkan bahwa kesepakatan ini dapat menyentuh sensitivitas regional. Asia Times: Dalam artikelnya, media ini menyebut rencana pembelian J-10C oleh Indonesia sebagai sebuah "pergeseran seismik" dalam keseimbangan kekuatan udara di Asia Tenggara. Selanjutnya The Diplomat: Majalah yang fokus pada isu-isu di kawasan Asia-Pasifik ini mengulas bagaimana pembelian J-10C menimbulkan pertanyaan tentang arah strategi pengadaan pertahanan Indonesia, di tengah berbagai rencana akuisisi alutsista lain seperti Rafale dari Prancis dan F-15EX dari Amerika Serikat. Serta Modern Diplomacy: Media ini menganalisis keputusan Indonesia sebagai titik balik utama dalam lanskap pertahanan Asia Tenggara dan validasi bagi teknologi militer China di panggung global. Selain itu, media lain seperti Military Watch Magazine, juga menyoroti kesepakatan ini sebagai salah satu kesepakatan ekspor jet tempur terbesar dalam sejarah China. Rencana pembelian J-10C ini menandai langkah diversifikasi sumber alutsista bagi Indonesia, mengurangi ketergantungan pada pemasok tradisional dari Barat. Akuisisi ini sejalan dengan doktrin "Perisai Trisula Nusantara" yang bertujuan membangun sistem pertahanan terintegrasi di seluruh wilayah kepulauan. Hingga saat ini, pemerintah Indonesia terus mematangkan rencana tersebut. Menteri Pertahanan Safrie Sjamsoeddin bahkan telah memberikan sinyal kuat dengan menyatakan bahwa jet-jet tempur tersebut akan "segera terbang di atas Jakarta". Jika terealisasi, Indonesia akan menjadi operator asing kedua jet tempur J-10C setelah Pakistan.