У нас вы можете посмотреть бесплатно Perang Israel-Amerika Vs Iran Memanas, Ini Dampak ke Masyarakat Indonesia или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Perang Israel-Amerika Serikat (AS) vs Iran memberikan dampak negatif ke sejumlah negara, termasuk Indonesia. Dampak yang dirasakan masyarakat Indonesia yaitu potensi kenaikan harga barang impor, melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM), hingga akhirnya harga bahan pokok menjadi makin mahal. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, memanasnya tensi di Timur Tengah imbas serangan Israel-AS ke Iran memicu kenaikan harga energi. "Harga minyak Brent sudah menyentuh US$ 73 per barel dari yang sebelumnya sempat di US$ 65 per barel di awal Februari. Bisa jadi harga minyak global akan menyentuh US$ 120 per barel sama seperti ketika Rusia melakukan invasi ke Ukraina,” tutur Nailul dikutip dari Kontan, Senin (2/3/2026). Menurutnya, ditutupnya Selat Hormuz dapat mengurangi pasokan minyak global secara signifikan, karena sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah global melewati jalur tersebut. Selat Hormuz menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk dan paling strategis bagi perdagangan energi dan barang global, telah ditutup dan kapal-kapal komersial dilarang mendekat. Penutupan jalur ini otomatis menghambat arus kapal dagang yang membawa barang dan komoditas, sehingga kelancaran distribusi barang impor dan ekspor Indonesia berpotensi terganggu dalam waktu dekat. Selain itu, potensi keterlibatan kelompok Houthi di Laut Merah juga membuka risiko gangguan di Bab el-Mandab. Jika jalur itu terganggu, arus perdagangan yang melewati Terusan Suez dan Mesir terancam tersendat. Kapal-kapal terpaksa memutar lewat Afrika, memicu kenaikan ongkos logistik global dan harga barang. Oleh sebab itu, Nailul mengingatkan lonjakan harga minyak akan membebani fiskal. (*) Editor Video: Wahyu Triono