У нас вы можете посмотреть бесплатно Kecak Taman Kaja – Harmoni Tradisi dan Pesona Ubud или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Bali dikenal sebagai salah satu pulau destinasi wisata terbaik di Indonesia maupun dunia. Keindahan alamnya, kekayaan budaya yang masih terjaga, menjadikan Bali tempat yang selalu dirindukan oleh para wisatawan. Di antara banyaknya tempat menarik di Bali, Ubud adalah salah satu desa yang wajib dikunjungi. Terletak di kawasan yang strategis, Ubud menawarkan suasana yang cocok untuk melepas penat. Selain itu, Ubud juga dikenal sebagai pusat seni dan budaya Bali, dengan banyak galeri, pertunjukan tari, serta kerajinan tradisional. Tari Kecak adalah tarian tradisional Bali yang terkenal karena pertunjukannya yang unik tanpa iringan alat musik. Tarian ini biasanya menceritakan kisah Ramayana, khususnya tentang usaha Rama menyelamatkan Sita dari Rahwana. Selain gerakan dan vokal yang khas, suasana magis dari nyala api sering menjadi daya tarik utama dalam pertunjukan Tari Kecak. Kecak Taman Kaja Ubud adalah salah satu destinasi wisata yang dapat dikunjungi, bukan hanya kecak tetapi juga ada pertunjukan Sanghyang Jaran dimana seorang penari (biasanya pria) menunggangi kuda-kudaan dari anyaman bambu berjalan atau menari di atas bara api tanpa terluka Beralamatkan di Jalan sriwedari no 12 lebih tepatnya di Pura Dalem Taman Kaja, Pementasan ini di pentaskan setiap hari rabu dan sabtu pada malam hari. Masyarakat juga bergotong royong untuk menyiapkan pementasan sebelum pementasan dimulai, pementasan ini bukan hanya sebagai penarik wisatawan tetapi juga mengeratkan rasa persaudaraan. masyarakat akan berinteraksi satu sama lain, tertawa bersama yang dimana hal ini adalah salah satu dampak positif yang ada. Sebagai generasi muda yang lahir di tanah Bali, kita harus dapat mempertahankan budaya dan tradisi yang ada agar tidak tergerus oleh zaman. Jika bukan kita yang melanjutkan, siapa lagi yang akan melanjutkan