У нас вы можете посмотреть бесплатно LIVE: Kondisi Terkini Israel Hancur Dihantam Iran, IRGC Klaim Ledakan Besar Guncang Tel Aviv или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TRIBUN-VIDEO.COM - Garda Revolusi Iran kembali melancarkan gelombang serangan rudal balasan yang menargetkan posisi Israel di wilayah pendudukan, termasuk Tel Aviv dan kawasan Gurun Negev, Minggu (8/3). Iran mengklaim berhasil menghancurkan penampungan bawah tanah terbesar di Tel Aviv, Israel. Media Iran menyatakan bangunan yang terbakar merupakan ruang perlindungan bawah tanah terbesar di Tel Aviv. Serangan itu disebut sebagai respons defensif atas agresi yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Sementara itu, media Israel melaporkan sirene peringatan di sejumlah wilayah berbunyi menyusul lonjakan rudal balasan dari Iran. Ledakan dahsyat juga dilaporkan terjadi di kota Tel Aviv dan Ashdod setelah rudal menghantam sejumlah titik sasaran. Dalam perkembangan lain, sirene peringatan turut diaktifkan di Amman yang merupakan ibu kota Jordan. Serangan tersebut dilaporkan menyasar beberapa wilayah strategis di Tel Aviv dan kawasan Gurun Negev. Akibat lonjakan rudal Iran tersebut, terjadi kebakaran besar, membakar kendaraan dan menyebarkan puing-puing di jalan-jalan terdekat. Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa pangkalan udara milik Amerika Serikat turut menjadi target serangan. Operasi ini dilancarkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui unit Angkatan Udara mereka. Lantas, IRGC menyatakan bahwa rudal generasi terbaru telah digunakan dalam gelombang serangan terbaru ini. Rudal tersebut diklaim memiliki kemampuan canggih untuk menjangkau target strategis di wilayah yang dituju. (Tribun-Video.com) Program: News Update Live Editor Video: Mahathir Muhammad