У нас вы можете посмотреть бесплатно Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang itu wafat di Tanah Suci Mekkah, dalam usia 91 thn или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Hari ini, Selasa (6/8/2019), Indonesia kehilangan ulama besar, Kyai Haji Maimun Zubair, yang akrab disapa Mbah Moen. Nama besar tak hanya dikagumi oleh para kyai, ulama, dan santri, tetapi juga teramat disegani oleh para politisi Tanah Air. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang itu wafat di Tanah Suci Mekkah, dalam usia 91 tahun. Mbah Moen lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928 dan tutup usia di Mekkah pada 6 Agustus 2019. Kini, di tengah kedukaan yang teramat dalam, Indonesia mengenangnya sebagai sosok luar biasa. Mbah Moen merupakan alim, faqih sekaligus muharrik atau penggerak. Selama ini Mbah Moen menjadi rujukan banyak ulama Indonesia di bidang fikih. Hal ini lantaran Kiai Maimun yang dikuasai secara fikih dan ushul fiqh. Saat bersamaan, kiprah Mbah Moen di bidang politik telah ditorehkan dengan tinta emas. Bukan hanya lokal, kiprah itu juga meluas di tingkat nasional. Ketua Dewan Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Rembang selama tujuh tahun. Sejatinya, setelah menyelesaikan masa bakti sebagai aggota DPRD Rembang, Mbah Moen ingin mengelola pondok pesantrennya. Namun, tenaga dan pikirannya masih dibutuhkan oleh negara sehingga dia diangkat menjadi anggota MPR RI. Jawa Tengah selama tiga periode. Pengaruh Mbah Moen di kancah politik Tanah Air benar-benar luar biasa. Menjelang perhelatan Pilpres 2019, misalnya, kyai sepuh ini berganti menerima kunjungan dua capres, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, yang akan berlaga kompilasi itu. Kepada Mbah Moen, capres kedua meminta nasihat, juga tentu saja, restu. Kini, Mbah Moen telah menghadap Sang Khalik. Namun, semua ucapan, pemikiran, dan tindakannya akan selalu dikenang sebagai wasiat untuk kemaslahatan umat. Selamat jalan Mbah Moen. Selamat jalan sang kyai kharismatik. (plt)