У нас вы можете посмотреть бесплатно Cuaca Ekstrem Mengintai Makassar hingga Februari 2026, Potensi Banjir или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral #cuacaekstrim #makassar #februari #perkiraancuaca #potensibanjir Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Curah hujan di Kota Makassar satu bulan kedepan (Januari-Februari) 2026 diperkirakan mencapai lebih 500 milimeter. Informasi tersebut disampaikan Plt Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil dalam keterangan persnya, Rabu (14/1/2026) di Kantor BPBD Makassar Jl Kerung-kerung. Nasrol Adil memaparkan, kondisi riil Januari ini, data curah hujan di Kota Makassar tercatat sekitar 183 milimeter. Artinya, masih ada potensi sekitar 320 milimeter curah hujan yang bisa turun hingga Februari mendatang. Kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir, genangan air, hingga banjir kiriman di sejumlah wilayah Kota Makassar. Apalagi jika kondisi hujan berlangsung dalam waktu yang lama, serta intensitasnya lebat. Adil sapaannya menjelaskan, potensi hujan tinggi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor regional dan global. Di antaranya adalah monsun Asia, pergerakan massa udara basah dari Afrika Barat menuju Pasifik Timur, serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO). “Saat ini MJO berada pada fase 6 di wilayah Pasifik Timur dan diperkirakan akan bergerak kembali ke Afrika Barat dalam satu minggu ke depan. Dalam 10 hari ke depan, dampaknya bisa menjalar ke wilayah Indonesia bagian tengah,” jelasnya. Selain itu, aktivitas gelombang Rossby juga dinilai turut meningkatkan potensi hujan lebat. Fenomena itudapat memicu banjir di Makassar, khususnya menjelang akhir Januari hingga awal Februari. Dia memperingatkan, hujan dengan intensitas tinggi tidak hanya berpotensi menyebabkan genangan dan banjir lokal, tetapi juga banjir kiriman dari wilayah hulu. Beberapa daerah hulu yang berada di kawasan lereng berpotensi mengalami hujan lebih dahulu, lalu mengirimkan debit air ke wilayah Kota Makassar. “Kondisi ini perlu diwaspadai karena meskipun hujan tidak turun langsung di Kota Makassar, dampaknya tetap bisa dirasakan melalui banjir kiriman,” katanya. BMKG mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar yang telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Status ini dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di akhir Januari dan awal Februari. *Waspada Gelombang Tinggi Selain ancaman hujan lebat, BMKG juga mengimbau masyarakat pesisir agar waspada terhadap gelombang laut. Pada periode yang sama, tinggi gelombang diperkirakan dapat mencapai 2 hingga 2,5 meter. “Kondisi ini kurang aman untuk aktivitas memancing, nelayan, maupun kegiatan pariwisata laut,” ulas Adil. BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal BMKG, baik melalui aplikasi Info BMKG di Android maupun laman resmi BMKG. Masyarakat juga diingatkan agar tidak panik dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. “Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi agar kita semua lebih siaga dan tangguh menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Jangan terpancing berita hoaks, silakan validasi ke kanal resmi BMKG,” tuturnya. Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli menyampaikan, cuaca ekstrem yang masih melanda perairan Sulawesi Selatan menjadi perhatian serius. Masyarakat diimbau untuk menunda perjalanan maupun aktivitas wisata laut yang tidak mendesak. Terutama kegiatan hobi seperti memancing atau pelayaran berkelompok yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa. Imbauan ini disampaikan menyusul sejumlah insiden kecelakaan laut yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. "Dubeberapa kabupaten, seperti Gowa kemarin dilaporkan adanya korban meninggal dunia karena tenggelam," jelas Fadli. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa risiko di perairan saat cuaca tidak bersahabat masih sangat tinggi. Meski demikian, perjalanan laut diakui tidak sepenuhnya bisa dihindari, ulamanya bagi warga pulau. Karena itu, mereka diminta untuk lebih waspada dan mempersiapkan diri secara maksimal sebelum berangkat. Pemeriksaan kapal menjadi hal utama yang harus dilakukan, mulai dari kondisi mesin hingga kelayakan kapal secara keseluruhan. Kerusakan mesin di tengah laut, misalnya, dapat berujung pada situasi darurat yang sangat membahayakan, terutama saat gelombang tinggi dan angin kencang. Selain itu, kelengkapan alat keselamatan juga tidak boleh diabaikan. Setiap penumpang diimbau memastikan ketersediaan dan penggunaan alat pelindung diri seperti life jacket selama penyeberangan. Reporter: Siti Aminah Narator: Rasni Gani Supporting: Nurfadilla (Mhs Magang Unhas) Editor Video: Nurfadilla (Mhs Magang Unhas)/ Sanovra J. R (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks YouTube business inquiries: 081144407111 Follow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur Follow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur