У нас вы можете посмотреть бесплатно Pelaku Pembunuhan di Lorong Kuini Kota Meulaboh Terancam Hukuman Mat! или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
MEULABOH | Habaacehbarat.com - Pelaku pembunuhan yang terjadi pada Selasa 29 Juli lalu di Lorong kuini Gampong Ujong baroeh Kecamatan Johan Pahlawan, kabupaten Aceh Barat, berhasil diringkus oleh pihak kepolisian usai melakukan percobaan melarikan diri dari Aceh Barat menuju kampung halamannya provinsi Lampung. Pelaku bernama Mujianto, pria berusia 35 tahun ini tega menghabisi nyawa K, pria paruh baya yang berusia 65 tahun dengan didasari oleh sakit hati kepada korban. Tersangka Mujianto yang merupakan tukang keramik yang bekerja di rumah korban sakit hati lantaran korban memberikan upah yang tidak sesuai dengan perjanjian awal. Merasa kesal, tersangka melakukan hal nekat, dengan tega menghabisi nyawa korban dengan menggunakan linggis besi ulir. Panik dengan perbuatannya, tersangka Mujianto memutuskan melarikan diri dari Aceh Barat menuju Sumatera Utara, dengan turut membawa satu unit Mobil korban. Buntut dari kejadian ini, Polisi dari Polres Aceh Barat yang berdasarkan beberapa bukti Lapangan dan keterangan beberapa saksi dan alat bukti, berhasil mengidentifikasi ciri ciri pelaku, dan ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang pada 1 Agustus lalu. Kemudian pada Minggu 3 Juli 2025 Satreskrim Polres Aceh Barat memperoleh informasi dari Unit Resmob Polrestabes Bengkulu, Bahwa telah diamankan diduga pelaku pembunuhan yang terjadi di Kabupaten Aceh Barat, selanjutnya pelaku dijemput oleh Satreskrim Polres Aceh Barat beserta barang bukti guna pengusutan lebih lanjut. Atas perbuatannya tersangka melanggar pasal 340 Jo Pasal 339 Jo pasal 338 Undang-undang nomor satu tahun 1946 dengan ancaman hukuman mati atau penjara se umur hidup.