У нас вы можете посмотреть бесплатно Tegas! Dubes Iran Untuk RI: Tidak Ada Negosiasi, Kami Selesaikan Lewat Jalur Perang или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
KOMPAS.TV - Perang di Timur Tengah terus berkecamuk dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda, meski berbagai pihak menawarkan diri menjadi mediator perdamaian, termasuk Indonesia. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan bahwa pemerintah Iran telah menerima usulan dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menjadi mediator perdamaian. Namun, Iran menegaskan tidak akan lagi melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat dan memilih menyelesaikan konflik melalui jalur perang. Menanggapi rencana Presiden Prabowo yang ingin menjadi mediator konflik antara Amerika Serikat dan Iran, Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, mengingatkan bahwa persoalan antara Amerika Serikat dan Iran sangat kompleks. Ia juga menilai upaya Indonesia untuk mendamaikan kedua pihak akan cukup sulit karena posisi Indonesia dinilai tidak setara dengan negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik tersebut. Sementara itu, pakar hubungan internasional dari Universitas Katolik Parahyangan, Kishino Bawono, menilai bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace berpotensi menimbulkan stigma dari Iran. Hal ini karena Indonesia dapat dipersepsikan tidak lagi netral dan dianggap lebih berpihak kepada Amerika Serikat. Dalam situasi yang terus memanas ini, Indonesia dinilai perlu bersiap menghadapi berbagai kemungkinan. Baik Amerika Serikat maupun Iran disebut masih berkomitmen melanjutkan perang di kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, berbagai langkah antisipasi perlu disiapkan, terutama terkait dampaknya terhadap perekonomian Indonesia. Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! Baca Juga Hampir 2.000 Warga Pakistan Dievakuasi dari Iran Melalui Jalur Darat | KOMPAS SAHUR di https://www.kompas.tv/internasional/6... #iran #perang #timurtengah #israelSahabat Kompas TV Jawa Timur jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jawa Timur, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia. Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.