У нас вы можете посмотреть бесплатно APA SEBENARNYA PENYEBAB KETAKUTAN CHINA DALAM MENYERANG TAIWAN? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
☕ Apresiasi Riset Kami: Dukunganmu membantu kami tetap independen dalam menyajikan investigasi geopolitik mendalam: https://bagibagi.co/CerdasSejarah 6 Juni 1944. Dunia mencatat D-Day sebagai pendaratan amfibi paling berdarah dalam sejarah. Tapi bagi para jenderal di Beijing hari ini, D-Day hanyalah "latihan pemanasan". Selama 70 tahun, kita diajarkan bahwa China belum menyerang Taiwan karena takut pada Amerika. Itu salah. Musuh terbesar Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) bukanlah kapal induk AS, melainkan "Parit Hitam" (The Black Ditch)—sebutan kuno untuk Selat Taiwan yang memiliki ombak ganas, angin topan, dan dinding pertahanan alam yang siap menelan ribuan kapal invasi. Ini adalah kisah tentang "The Impossible Invasion" (Invasi yang Mustahil). Dalam dokumenter militer ini, Cerdas Sejarah membedah skenario mimpi buruk jika China nekat menyeberangi selat paling berbahaya di bumi. Kita tidak bicara soal politik, tapi soal Fisika dan Geografi. Tentang pantai Taiwan yang penuh lumpur mematikan, tentang strategi "Landak" (Porcupine Strategy) yang mengubah kota menjadi ladang ranjau, hingga "Skenario Kiamat" di mana Amerika Serikat mungkin terpaksa melakukan Operasi "Broken Nest"—meledakkan pabrik chip TSMC agar tidak jatuh ke tangan musuh. Dunia sedang menahan napas. Jika satu peluru ditembakkan di selat ini, kerugian ekonomi global diprediksi mencapai $10 Triliun. HP di tanganmu akan menjadi sampah tak berguna, dan ekonomi Indonesia akan runtuh dalam hitungan hari. Pertanyaannya: Apakah Xi Jinping berani mempertaruhkan nasib 1,4 miliar rakyatnya demi ambisi sejarah? Atau ia akan mundur karena dihantui oleh "Hantu Guningtou"—trauma kegagalan masa lalu? 🎬 Video ini adalah simulasi perang berbasis data intelijen tentang bagaimana geografi bisa mengalahkan militer terbesar di dunia. 📌 Dukung Narasi Berbasis Data dari Cerdas Sejarah: 👍 LIKE jika Anda ingin lebih banyak konten bedah strategi militer tanpa sensor. 💬 DISKUSI: Jika perang pecah besok, menurut Anda siapa yang akan hancur duluan: Ekonomi China atau Logistik Amerika? Tulis analisis Anda di kolom komentar! 🔔 SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan analisis masa depan geopolitik kita. 📷 Kredit Visual & Referensi: Video ini diadaptasi dari riset mendalam berbagai sumber primer (Tier-1), termasuk: "The Chinese Invasion Threat" karya Ian Easton (Project 2049 Institute). Laporan Wargaming CSIS: "The First Battle of the Next War". "Chip War" karya Chris Miller. "Red Star Over the Pacific" karya Toshi Yoshihara. Laporan Tahunan Pentagon (DoD) & Rhodium Group Report tentang dampak ekonomi global. Beberapa footage dan ilustrasi merupakan arsip publik dan materi Fair Use untuk tujuan edukasi dan kritik. Kontak bisnis: mjabalnoor14@gmail.com 🎵 Music by Karl Casey @WhiteBatAudio ⚖️ Fair Use Disclaimer: Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act of 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research. Tag & Kata Kunci: #InvasiTaiwan #ChinaVsTaiwan #PerangDunia3 #Geopolitik #XiJinping #TSMC #SelatTaiwan #MiliterChina #AmerikaSerikat #CerdasSejarah #Dokumenter #FaktaMiliter #KrisisChip #EkonomiGlobal #Indonesia #SejarahDunia #StrategiMiliter #TaiwanStraitCrisis #PLA #USNavy