У нас вы можете посмотреть бесплатно Hukum untuk Kebahagiaan Terbesar: Memahami Utilitarianisme - Filsafat Hukum или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Utilitarianisme adalah aliran filsafat moral dan hukum yang menilai baik atau buruknya suatu tindakan maupun kebijakan berdasarkan manfaat atau akibatnya. Prinsip utamanya dikenal sebagai the greatest happiness for the greatest number—kebahagiaan terbesar bagi jumlah orang yang terbesar. Dalam konteks hukum, utilitarianisme memandang hukum bukan sekadar kumpulan aturan normatif yang kaku, melainkan alat sosial untuk menciptakan kesejahteraan umum. Suatu hukum dianggap baik apabila mampu memaksimalkan kebahagiaan, mengurangi penderitaan, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas. Tokoh utama utilitarianisme, Jeremy Bentham, menekankan bahwa kebahagiaan dapat diukur melalui rasa senang dan rasa sakit (pleasure and pain). Sementara itu, John Stuart Mill menyempurnakan gagasan ini dengan membedakan kualitas kebahagiaan, tidak hanya kuantitasnya, sehingga perlindungan terhadap martabat manusia tetap diperhatikan. Meski demikian, utilitarianisme hukum tidak lepas dari kritik. Pendekatan ini berpotensi mengorbankan hak-hak individu atau kelompok minoritas demi kepentingan mayoritas. Oleh karena itu, penerapan utilitarianisme dalam hukum harus dilakukan secara hati-hati dan dikombinasikan dengan prinsip keadilan dan perlindungan hak asasi manusia. Dengan demikian, utilitarianisme memberikan perspektif penting bahwa hukum idealnya berorientasi pada dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, namun tetap memerlukan batas etis agar keadilan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah suara atau manfaat mayoritas.