У нас вы можете посмотреть бесплатно PRABOWO DIKERJAIN! Bongkar Skandal 1000 Triliun yang Bikin Indonesia Tetap Miskin! или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Apakah target Ekonomi 8% Presiden Prabowo sengaja dijatuhkan dari dalam? Video ini membongkar skandal "Duit Parkir" 1.000 Triliun di Bank Indonesia yang bikin likuiditas kering dan UMKM mati lemas. Kenapa bunga kredit kita mencekik sedangkan Vietnam bisa cuma 1%? Simak bedah tuntas narasi berita ekonomi paling jujur tahun ini! Dalam video ini, kita akan membedah secara mendalam kenapa sistem perbankan Indonesia seakan "berkhianat" pada visi besar negara. Kita bahas fenomena SRBI, SBN, hingga mentalitas banker pemalas yang lebih suka makan bunga pajak rakyat daripada menyalurkan kredit produktif. Target 8%: Kenapa kebijakan fiskal pemerintah nggak sinkron dengan kebijakan moneter Bank Indonesia? Skandal Likuiditas: Uang rakyat bukannya diputar ke pasar, malah ditumpuk di instrumen SRBI demi profit instan bank. Belajar dari Vietnam: Rahasia kenapa Vietnam bisa maju pesat dengan bunga kredit super rendah untuk petani dan pengusaha. ⚠️ PENTING: Jangan biarkan informasi ini berhenti di kamu. Share video ini ke grup WA keluarga dan teman bisnismu agar makin banyak yang melek ekonomi! 🤔🤔🤔Menurut kalian, adil nggak uang pajak kita dipakai buat bayarin bunga bank yang malas? Tulis pendapat kalian di bawah!🤔🤔🤔 #Prabowo #purbaya #Ekonomiindonesia #Bennix #BeritaEkonomi #UMKM #BankIndonesia #VietnamEconomic #PurbayaSadewa #Investasi #KreditBank #SkandalKeuangan #MelekEkonomi ⚠️ DISCLAIMER PENTING !!!⚠️ 1. Cerita dalam video ini adalah Asumsi Pribadi Namun masih sesuai Fakta. 2. Nama tokoh, peristiwa, dialog, dan alur cerita disusun untuk kepentingan narasi, edukasi, dan hiburan semata. 3. Cerita ini tidak bermaksud menggambarkan kejadian nyata, tidak mewakili fakta hukum atau politik sebenarnya, serta tidak ditujukan untuk menyerang atau mendiskreditkan pihak mana pun. 4. Kesamaan nama atau karakter hanyalah kebetulan atau bagian dari kebutuhan narasi.