У нас вы можете посмотреть бесплатно Temuan Sesar Cisadane di Rumpin Bogor, Berjarak 20 Km dari Jakarta | Bagana Update или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Temuan Sesar Cisadane di Rumpin Bogor, Berjarak 20 Km dari Jakarta SUARA BAGANA, BOGOR - Penelitian kolaborasi antara Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Informasi Geospasial (BIG), dan PT Oseanland mengungkap temuan adanya struktur Sesar Cisadane di wilayah Gunung Nyungcung, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Temuan ini menjadi sorotan lantaran lokasinya yang sangat dekat dengan ibu kota, yakni hanya berjarak 20 kilometer atau sekitar satu jam perjalanan dari Jakarta. Sesar Cisadane kini menambah daftar patahan aktif yang mengepung wilayah metropolitan tersebut. "Karena posisinya mengikuti aliran Sungai Cisadane, maka patahan ini kemudian diberi nama Sesar Cisadane, dengan mengacu pada peta geologi Lembar Jakarta dan Kepulauan Seribu sebagai dasar penelusuran awal keberadaannya," ucap narator dalam video resmi Badan Geologi yang dikutip Kompas.com, Rabu (11/2/2026). Tim peneliti yang dipimpin Penyelidik Bumi Ahli Madya Badan Geologi, Sukahar Eka, melakukan pengamatan mendalam di Gunung Nyungcung. Gunung setinggi 240 meter di atas permukaan laut tersebut merekam jejak aktivitas tektonik yang selama ini relatif asing bagi warga Jabodetabek. Aktivitas Sesar Cisadane terekam melalui pemisahan bentang alam antara Gunung Nyungcung dan Gunung Panjang. Kedua gunung ini diduga kuat pernah saling terhubung sebelum akhirnya terbelah oleh pergerakan lempeng tektonik di masa lalu. Mengenal Sesar Citarik, Melintasi Pelabuhan Ratu, Bogor, hingga Bekasi, sebagaimana di lansir Kompas.id "Artinya di masa lalu kedua gunung ini saling terhubung hingga suatu masa keduanya terpisahkan oleh Sungai Cisadane. Terpisahnya kedua gunung ini menunjukkan adanya faktor tektonik, yaitu Sesar Cisadane, sesar ini diperkirakan memanjang dari Bogor hingga pesisir Tangerang dan diduga berpotensi aktif. Seperti terekam di penampang seismik," tuturnya. Penelitian berlanjut ke Gunung Panjang di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Di sana, tim menemukan batuan travertin dan fosil moluska. Penemuan ini menjadi bukti otentik bahwa kawasan tersebut merupakan dasar laut yang terangkat akibat dinamika geologi jutaan tahun silam. "Ini menjadi bukti kalau jutaan tahun yang lalu daerah ini merupakan laut dangkal. Dasar laut ini kemudian terangkat oleh faktor tektonik yaitu pola sesar baribis atau yang belakangan dikenal West Java Back Arch Trust," tulis penjelasan Badan Geologi dalam unggahannya. Selain itu, munculnya mata air panas di celah rekahan Gunung Panjang menjadi indikasi kuat adanya struktur patahan yang masih bekerja. Temuan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan mitigasi bencana, mengingat jalur Sesar Cisadane diperkirakan memanjang hingga wilayah pesisir Tangerang. (*)