У нас вы можете посмотреть бесплатно LOGIKA MISTIKA TAN MALAKA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#musikalternatif #politikindonesia #republikrevolusioner LOGIKA MISTIKA TAN MALAKA Sekiranya, tuan hidup kembali, Hari-hari ini, di djaman etik ndhasmu. Mungkin saja, mudah disergap oleh Ka ‘uha-pe. Atau kafir berbahaya. Kar’na terlalu banyak bertanya. Padal, bukan karena anti-tuhan. Tapi karena anti kebodohan, yang dibungkus iman. Atau, atas nama tradisi, dan menolak pembodohan. Tak banyak yang suka, dan tahu. Apalagi membaca buku Madilog. Mereka menyebutnya, biar disangka pintar. Padal siapakah, sebenarnya, Tan Malaka? Ia bukanlah tokoh suci. Bukan pula malaikat. Dalam tugas revolusi manusia, Dia keras kepala dalam berpikir, melampaui djamannya. Ia lahir dari realitas pahit. Bangsa terjajah. Rakyat miskin, pendidikan minim. Mental masih percaya takdir, lebih kuat daripada sebab-akibat. Tan Malaka melihat, satu penyakit utama bangsa sejak awal. Kita dijajah bukan hanya oleh bangsa asing, tapi oleh cara berpikir sendiri. Cobalah dengarkan apa itu Madilog? Materialisme, Dialektika, dan, Logika. Ini bukan filsafat sok akademik. Ini buku darurat bagi otak bangsa sekarat. Tan Malaka menulisnya, karena: Melihat rakyat mudah percaya mitos. Melihat agama untuk menghentikan pikiran. Menyalahkan nasib, jin, atau “kehendak Tuhan” Logika mistika, Logika mistika, Logika mistika, Menjerat nalar manusia Merdeka. Jika rakyat tak berpikir logis, Mereka mudah dibohongi. mudah diadu domba, mudah diperalat, akhirnya selalu kalah, dan dikalahkan. Jika bangsa lebih percaya takhayul, Daripada sebab akibat, Mereka takkan belajar, dari kesalahan. Tak mampu memperbaiki sistem. Dan kita, mengulang penderitaan, yang sama. Dengan doa-doa yang sama pula. Madilog ditulis untuk memutus rantai. Bukan anti agama, tapi anti kematian akal. Inilah yang sering disalahpahami. Atau dibelokkan oleh yang terancam Padal Tan Malaka tak menyerang iman. Dia menyerang yang berhenti berpikir. Tuhan tidak tersinggung oleh logika. Yang tersinggung hanyalah manusia, yang malas berpikir. Atau, penguasa. Yang terancam keserakahannya. Mereka yang dibutakan, oleh emosinya. Yang tak ingin generasi selanjutnya, Mengetahui bahwa: Berpikir kritis, Bukan penghinaan. Apalagi ancaman. Berpikir kritis bukan penghinaan Tuhan, Tapi penghinaan atas karunia akal. Maka mengapa, buku Madilog masih relevan? Karena masyarakat masih sakit akal. Kita masih percaya rumor, daripada data. Lebih percaya katanya, daripada bukti. Lebih bangga pada simbol, daripada kerjanyata. Lebih cepat marah, daripada mau belajar. Padal, untuk siapakah Madilog? Memang bukan untuk semua orang. Tan Malaka sangat sadar, akan hal itu. Karena ia ditulis untuk yang berani ragu. Bukan untuk yang takut pintar, Daripada yang berani tersinggung. Bukan untuk mereka, yang merasa paling benar. Yang terancam identitasnya, saat ber-argumentasi. Tan Malaka takkan mati, hanya karena ditembak bedil Ia menelanjangi pikiran kita. Dengan pertanyaan, pertanyaan, dan pertanyaan. Apakah kita benar ingin Merdeka? Atau hanya, sekedar ingin bebas. Tanpa harus berpikir? Terus ditipu daya, penguasa,… Sunardian Wirodono 13 Januari 2026 Tayangan video khusus untuk yang tidak fanatik pada pilihannya. Mau mendengarkan pihak lain. Santun berkomentar. Don't follow the leader. | @SUNARDIANWIRODONO Informasi lebih lanjut, bisa dilihat pada website: http://sunardianwirodono.com