У нас вы можете посмотреть бесплатно Kisah Pengabdian Prof Hafiz Anshari: Dari Kursi KPU RI ke Mimbar Dakwah или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Di usia senjanya, Prof. Dr. H. Abdul Hafiz Anshari, AZ, MA, tetap menunjukkan stamina luar biasa. Mantan Ketua KPU RI periode 2007-2012 ini masih aktif menyetir mobil sendiri dari kediamannya di Komplek Mahligai untuk mengajar di UIN Antasari dan mengisi tausiyah di Masjid Al-Munawwarah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Lahir di Banjarmasin, 14 Agustus 1956, perjalanan hidup Hafiz adalah keseimbangan antara akademik, birokrasi, dan dakwah. Bermula dari santri "sarungan" yang pemalu di Ponpes Darussalam Martapura, ia bertransformasi menjadi aktivis organisasi atas dorongan ayahnya. "Dulu tahunya cuma mengaji, sampai orang tua khawatir saya kurang bersosialisasi," kenangnya. Karier akademiknya melesat cepat hingga meraih gelar Guru Besar. Dunia politik dan kepemiluan kemudian memanggilnya, mulai dari KPU Kalsel hingga terpilih secara aklamasi menjadi Ketua KPU RI. Meski menjabat posisi strategis di Jakarta, ia tetap membawa nilai religius ke lingkungan kerja, seperti mewajibkan pengajian rutin bagi staf KPU. Kecintaannya pada dakwah sempat diuji saat ia jatuh sakit parah selama dua tahun akibat kelelahan berceramah keliling daerah. Namun, momen sakit itu justru melahirkan niat mulia mendirikan Pondok Pesantren Istiqamah di Banjarmasin yang masih eksis hingga kini. Kini, sebagai tokoh MUI, ia fokus mengampanyekan Islam Wasathiyah (jalan tengah). Dalam berdakwah, ia memahami karakter masyarakat Banjar yang lebih menyukai pendekatan kabar gembira (basyiran) ketimbang ancaman. "Orang Banjar tidak bisa diancam-ancam terus, mereka lebih semangat jika diberi kabar gembira," jelasnya. Menutup masa pengabdian formalnya, Prof. Hafiz kini kembali ke khittahnya sebagai pendidik dan pendakwah. Baginya, baik di kursi birokrasi maupun di atas mimbar masjid, tujuannya hanya satu: terus menebar manfaat bagi umat. (Tribun-Video.com) Program: Cerita Para Kiai Editor Video: dharma aji yudhaningrat Uploader: Host: Muhammad Syaiful Riki