• ClipSaver
  • dtub.ru
ClipSaver
Русские видео
  • Смешные видео
  • Приколы
  • Обзоры
  • Новости
  • Тесты
  • Спорт
  • Любовь
  • Музыка
  • Разное
Сейчас в тренде
  • Фейгин лайф
  • Три кота
  • Самвел адамян
  • А4 ютуб
  • скачать бит
  • гитара с нуля
Иностранные видео
  • Funny Babies
  • Funny Sports
  • Funny Animals
  • Funny Pranks
  • Funny Magic
  • Funny Vines
  • Funny Virals
  • Funny K-Pop

Polisi Bilang "Enggak Bisa" saat Ojol Lapor Dianiaya Paspamres: Diproses setelah Viral скачать в хорошем качестве

Polisi Bilang "Enggak Bisa" saat Ojol Lapor Dianiaya Paspamres: Diproses setelah Viral 14 часов назад

tribunpekanbaru

viral

OJOL DIANIAYA Paspampres

OJOL

Paspampres

Не удается загрузить Youtube-плеер. Проверьте блокировку Youtube в вашей сети.
Повторяем попытку...
Polisi Bilang
  • Поделиться ВК
  • Поделиться в ОК
  •  
  •  


Скачать видео с ютуб по ссылке или смотреть без блокировок на сайте: Polisi Bilang "Enggak Bisa" saat Ojol Lapor Dianiaya Paspamres: Diproses setelah Viral в качестве 4k

У нас вы можете посмотреть бесплатно Polisi Bilang "Enggak Bisa" saat Ojol Lapor Dianiaya Paspamres: Diproses setelah Viral или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:

  • Информация по загрузке:

Скачать mp3 с ютуба отдельным файлом. Бесплатный рингтон Polisi Bilang "Enggak Bisa" saat Ojol Lapor Dianiaya Paspamres: Diproses setelah Viral в формате MP3:


Если кнопки скачивания не загрузились НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru



Polisi Bilang "Enggak Bisa" saat Ojol Lapor Dianiaya Paspamres: Diproses setelah Viral

#rino Video Editor : Rino Syahril Kasus dugaan penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta Barat menyisakan tanda tanya besar. Bukan hanya soal kekerasan yang diduga dilakukan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), tetapi juga sikap aparat kepolisian yang disebut enggan memproses laporan korban. Hasan, pengemudi ojol, mengaku menjadi korban penganiayaan brutal oleh seorang pria yang diduga anggota Paspampres di kawasan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu pekan lalu.  Ironisnya, peristiwa berdarah itu berawal dari persoalan sepele yakni salah alamat penjemputan penumpang. “Saya dari Jalan Mawar itu lagi on bid, dapat penumpang ibu-ibu sendirian, minta diantar ke Jalan Haji Lebar, rumah pelaku, tapi dia enggak tahu jalan,” kata Hasan saat dihubungi, Senin, 9 Februari 2026.  Karena penumpang tidak mengetahui rute, Hasan mengikuti titik peta di aplikasi. Namun setibanya di lokasi, alamat tersebut dinyatakan salah. Upaya Hasan meminta petunjuk justru berujung kekacauan. Penumpang kemudian mengirim fitur share location dari pelaku, tetapi tidak bisa dibuka. Hasan akhirnya mengikuti titik merah di peta menuju Jalan Kecapi, sekitar dua kilometer dari lokasi awal. Di sana pun rumah yang dimaksud tak kunjung ditemukan. Hasan lalu meminta penumpangnya menghubungi pelaku. Telepon diserahkan agar ia bisa bertanya langsung. Namun, respons yang diterima justru penuh makian. “Saya bilang, ‘Pak, saya di Jalan Kecapi nih, rumah Bapak ke mana lagi ya?’ Terus dia jawabannya malah kasar, marah-marah. ‘Ngapain kamu di Jalan Kecapi? Situ kan udah saya share-loc!’” kata Hasan. Saat Hasan mencoba menjelaskan dengan tenang, emosi pelaku makin memuncak. “Saya bilang, ‘Bapak ngapain marah-marah? Saya kan cuma nanya alamat’. Terus malah dia bilang, ‘Monyet kamu ya! Sini kamu kalau berani!’” Meski sempat ragu, Hasan tetap mengantar penumpang hingga ke rumah pelaku karena rasa iba. “Karena saya kasihan, ibu-ibu sendirian sudah malam juga, enggak tahu jalan lagi, ya sudah saya antar aja,” tuturnya. Namun setibanya di lokasi, situasi justru berubah panas. Anak pelaku sudah menunggu dengan sikap menantang. Cekcok berujung perkelahian. Anak pelaku menendang motor Hasan, memicu aksi saling pukul. Di tengah keributan itu, pelaku utama keluar rumah sambil membawa batang besi. Akibatnya, Hasan mengalami luka serius. “Saya luka berdarah di dahi kiri, ngucur darahnya.” Warga melerai dan membawa Hasan ke rumah RT setempat. Di sanalah identitas pelaku mulai terkuak. “RT-nya bilang, katanya pelakunya itu anggota Paspampres,” jelas Hasan. Hasan kemudian melakukan visum dan melapor ke Polsek Kembangan. Namun, harapannya untuk mendapatkan keadilan justru terganjal. “Di situ kepolisian bilang, ‘Wah kalau Paspampres kita enggak bisa, harus ke Pomdam,’” kata Hasan menirukan ucapan polisi. Merasa laporannya mandek, Hasan akhirnya meluapkan kekecewaannya melalui media sosial. Unggahannya viral dan memicu sorotan publik. Barulah setelah itu ia kembali dipanggil polisi untuk pemeriksaan lanjutan. Kasus ini memantik pertanyaan publik: apakah hukum benar-benar berlaku sama bagi semua orang? Ataukah status dan seragam masih menjadi tameng kekuasaan? Hasan berharap aparat bertindak adil dan profesional. “Ya, semoga ditindaklanjuti lah. Jangan ada orang-orang yang punya jabatan begitu bisa seenaknya,” pungkasnya.  Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube:    / @tribunpekanbaruofficial   Facebook:   / tribunpekanbarufanspage    Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ... TikTok:   / tribunpekanbaru   Instagram:   / @tribunpekanbaru  

Comments
  • Niat Temui Anak Berujung Cekcok, Mantan Pasutri Ribut di Depan Rumah 4 часа назад
    Niat Temui Anak Berujung Cekcok, Mantan Pasutri Ribut di Depan Rumah
    Опубликовано: 4 часа назад
  • GILA, 4 Karyawan SPBU Dihajar Oknum ASN Kecamatan Parengan, Diduga Nggak Sabar Mengantri 18 часов назад
    GILA, 4 Karyawan SPBU Dihajar Oknum ASN Kecamatan Parengan, Diduga Nggak Sabar Mengantri
    Опубликовано: 18 часов назад
  • Aniaya Tetangga Karena Ditegur Main Drum | Liputan 6 8 часов назад
    Aniaya Tetangga Karena Ditegur Main Drum | Liputan 6
    Опубликовано: 8 часов назад
  • Aksi Nekat Seorang Wanita Nekat Kejar dan Tabrak Jambret yang Merampas HP Miliknya 1 час назад
    Aksi Nekat Seorang Wanita Nekat Kejar dan Tabrak Jambret yang Merampas HP Miliknya
    Опубликовано: 1 час назад
  • Detik-detik Truk Pengangkut Uang Puluhan Miliar di Italia Dirampok, Disergap dan Diledakkan 51 минуту назад
    Detik-detik Truk Pengangkut Uang Puluhan Miliar di Italia Dirampok, Disergap dan Diledakkan
    Опубликовано: 51 минуту назад
  • 200 000 украинцев убежали с фронта. Интервью с одним из них / Украина.DOC 3 недели назад
    200 000 украинцев убежали с фронта. Интервью с одним из них / Украина.DOC
    Опубликовано: 3 недели назад
  • Refly Harun Minta Izin Roy Suryo Cs Bicara di Sidang Uji Materi MK, Hakim Saldi: Tak Lazim 55 минут назад
    Refly Harun Minta Izin Roy Suryo Cs Bicara di Sidang Uji Materi MK, Hakim Saldi: Tak Lazim
    Опубликовано: 55 минут назад
  • Debat PDIP DPR Vs Babe Haikal, Panas Tarik Urat sampai Tunjuk Tunjuk Soroti SPPG Halal 1 час назад
    Debat PDIP DPR Vs Babe Haikal, Panas Tarik Urat sampai Tunjuk Tunjuk Soroti SPPG Halal
    Опубликовано: 1 час назад
  • Viral Jalan DI Panjaitan Jaktim Ditutup Tenda Pernikahan, Buat Kemacetan, Camat: Hanya Izin RT-RW 16 часов назад
    Viral Jalan DI Panjaitan Jaktim Ditutup Tenda Pernikahan, Buat Kemacetan, Camat: Hanya Izin RT-RW
    Опубликовано: 16 часов назад
  • 😮 Показали кадри з телефону окупанта-розвідника 3 года назад
    😮 Показали кадри з телефону окупанта-розвідника
    Опубликовано: 3 года назад
  • Rudal Iran Sulit Dilucuti: AS-Israel Buru-buru Bertemu, Jet Tempur Inggris Jaga-jaga di Qatar 1 час назад
    Rudal Iran Sulit Dilucuti: AS-Israel Buru-buru Bertemu, Jet Tempur Inggris Jaga-jaga di Qatar
    Опубликовано: 1 час назад
  • BREAKING NEWS! Kuasa Hukum Keluarga Sule Beberkan Terkait Sidang Mediasi Dengan Teddy Pardiyana 1 час назад
    BREAKING NEWS! Kuasa Hukum Keluarga Sule Beberkan Terkait Sidang Mediasi Dengan Teddy Pardiyana
    Опубликовано: 1 час назад
  • Почему Польша купила тысячу корейских танков вместо Абрамсов и Леопардов? 11 дней назад
    Почему Польша купила тысячу корейских танков вместо Абрамсов и Леопардов?
    Опубликовано: 11 дней назад
  • PDIP DPR Keras Tunjuk-Tunjuk Babe Haikal, Tajam Cecar Masalah Anggaran Sertifikasi Halal 2 часа назад
    PDIP DPR Keras Tunjuk-Tunjuk Babe Haikal, Tajam Cecar Masalah Anggaran Sertifikasi Halal
    Опубликовано: 2 часа назад
  • Kasus Penjualan Anak di Suku Anak Dalam Kembali Terjadi | AKIS 1 час назад
    Kasus Penjualan Anak di Suku Anak Dalam Kembali Terjadi | AKIS
    Опубликовано: 1 час назад
  • LIVE! KONFERENSI PERS USAI SIDANG MK! INI DENGAN BALA RRT!! Трансляция закончилась 28 минут назад
    LIVE! KONFERENSI PERS USAI SIDANG MK! INI DENGAN BALA RRT!!
    Опубликовано: Трансляция закончилась 28 минут назад
  • BREAKING NEWS - Sidang MK: Uji Materi Permohonan Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi
    BREAKING NEWS - Sidang MK: Uji Materi Permohonan Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi
    Опубликовано:
  • KPK Sikat Mafia Tanah, Lima Pejabat & Swasta Ditahan  | KRIMINAL + 62
    KPK Sikat Mafia Tanah, Lima Pejabat & Swasta Ditahan | KRIMINAL + 62
    Опубликовано:
  • Terkuak! Timses PDIP Sudah Ragu Sejak Awal soal Ijazah Jokowi: Foto Saja Beda 3 часа назад
    Terkuak! Timses PDIP Sudah Ragu Sejak Awal soal Ijazah Jokowi: Foto Saja Beda
    Опубликовано: 3 часа назад
  • Emas Ratusan Juta di Bawah Kandang Ayam | Liputan 6 2 часа назад
    Emas Ratusan Juta di Bawah Kandang Ayam | Liputan 6
    Опубликовано: 2 часа назад

Контактный email для правообладателей: u2beadvert@gmail.com © 2017 - 2026

Отказ от ответственности - Disclaimer Правообладателям - DMCA Условия использования сайта - TOS



Карта сайта 1 Карта сайта 2 Карта сайта 3 Карта сайта 4 Карта сайта 5