У нас вы можете посмотреть бесплатно Gus Dur Pahlawan Nasional, Peziarah Tak Henti Datangi Tebuireng Jombang или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Usai ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, makam Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Kompleks Makam Maqayikh Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, langsung dipenuhi ribuan peziarah dari berbagai daerah. Sejak pagi hingga menjelang zuhur, arus peziarah tampak tak pernah surut. Mereka datang silih berganti untuk berdoa dan mengenang sosok tokoh yang dikenal sebagai 'Bapak Pluralisme' itu. Di antara mereka, terlihat rombongan anak muda, santri, hingga jamaah dari luar daerah seperti Indramayu, Jawa Barat hingga area Jawa Timur. Bagi masyarakat, penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional dianggap sebagai bentuk penghormatan yang sudah sepatutnya diterima. "Menurut saya bagus, beliau memang layak disebut pahlawan. Banyak jasanya untuk Indonesia, orangnya jujur, bersih, dan penuh keteladanan," ucap Rakja (32), peziarah asal Indramayu, Jawa Barat yang datang bersama rombongan satu kampungnya saat dikonfirmasi TRIBUNJATIM.COM usai ziarah pada Senin (10/11/2025). Hal serupa diungkapkan oleh Qoni’ah, Kepala MTs Ma’arif NU Blitar, yang setiap tahun rutin membawa murid-muridnya berziarah ke makam Gus Dur. Ia mengaku bangga karena tokoh yang selama ini dijadikan teladan di sekolahnya akhirnya mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional. "Ini momentum bersejarah. Gus Dur bukan hanya tokoh NU, tapi juga pejuang bagi demokrasi dan kemanusiaan. Beliau membela kaum lemah, memperjuangkan minoritas, dan menanamkan nilai keberagaman. Anak-anak kami perlu belajar dari keteladanan beliau," ujar Qoni’ah. Menurutnya, semangat perjuangan Gus Dur menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk meneladani sikap inklusif dan pemikiran terbuka. "Beliau itu simbol keistiqamahan. Tidak eksklusif, tidak hanya berpihak pada yang besar. Inilah yang membuat Gus Dur dicintai semua golongan," tambahnya. Ia menjelaskan, sosok Gus Dur bisa menjadi teladan bagi para siswanya di sekolah. Yang perlu dicontoh adalah sikap istiqomah dan pemikiran Gus Dur yang luas. "Istiqomahnya Gus Dur bisa kami contohkan kepada anak-anak. Pemikirannya yang luar biasa, kemudian prinsipnya yang menghindari eksklusivitas. Beliau mengayomi semua pihak, tidak hanya membela yang besar tapi minoritas juga dibela oleh beliau. Ini yang sangat bisa menjadi pelajaran dan beliau sangat peduli terhadap demokrasi," ungkapnya melanjutkan. Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Gelar tersebut diserahkan langsung kepada istri beliau, Sinta Nuriyah, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 yang ditetapkan pada 6 November 2025. Dalam pembacaan Keppres, disebutkan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas jasa luar biasa para tokoh dalam memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa. Gus Dur diakui atas kiprahnya di bidang perjuangan politik dan pendidikan Islam, serta kontribusinya terhadap demokrasi dan pluralisme di Indonesia. “KH. Abdurrahman Wahid adalah tokoh bangsa yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme,” ujar narator dalam upacara penganugerahan. Selain Gus Dur, pemerintah juga memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada sembilan tokoh lainnya, di antaranya Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto, Marsinah, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, dan Syaikhona Muhammad Kholil. Bagi masyarakat Jombang, penganugerahan ini menjadi kebanggaan tersendiri. Sebab, Gus Dur bukan hanya tokoh nasional, tapi juga bagian dari sejarah besar pesantren Tebuireng simbol peradaban Islam dan perjuangan intelektual di Indonesia. Jangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan! https://whatsapp.com/channel/0029VaUt... Video & Reporter : Anggit Pujie Widodo Editor Video : Ahmad Zaimul Haq WEBSITE: http://surabaya.tribunnews.com/ Instagram: / suryaonline Facebook: / suryaonline YOUTUBE / @tribunnewssurya #TribunnewsSURYA #hariansurya #suryaonline #jawatimur #jatim #jombang #tebuireng #gusdur #khabdurrahmanwahid #pahlawannasional