У нас вы можете посмотреть бесплатно Damkar Maros Dominasi Calon Komponen Cadangan Asal ASN Sulsel или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral #cerita #fajridanalwirsa #seleksi #komponen #cadangan Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Dua personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros, Muh Al Fajri Syarif dan Alwisra, lolos seleksi Komponen Cadangan (Komcad) dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) di Provinsi Sulawesi Selatan. Keduanya merupakan bagian dari 10 ASN asal Kabupaten Maros yang dinyatakan lolos seleksi Komcad. Dari jumlah tersebut, delapan orang berasal dari Damkar Maros. Sementara dua lainnya merupakan ASN dari Dinas Pendidikan Kabupaten Maros. Muh Al Fajri Syarif mengatakan keikutsertaan mereka dalam program Komcad diawali dengan proses pendaftaran yang kemudian ditindaklanjuti dengan surat tugas dari Bupati Maros untuk mengikuti seleksi. “Dari Damkar Maros ada delapan orang, tapi total keseluruhan dari Kabupaten Maros ada 10 orang. Dua orang lainnya dari Dinas Pendidikan,” kata pemuda berusia 30 tahun itu. Fajri menjelaskan proses seleksi berlangsung selama sekitar satu pekan. Seleksi dimulai pada 6 Februari hingga 13 Februari 2026. Dalam tahapan seleksi tersebut, para peserta harus mengikuti sejumlah tes. “Tes yang pertama tentu tes kesehatan, setelah itu ada tes fisik dan tes psikologi,” katanya. Lelaki yang telah bekerja sebagai personel Damkar sejak 2016 itu menyebut, tantangan dalam seleksi Komcad cukup berat. Meski personel Damkar sudah terbiasa menjalani latihan fisik dengan pola semi militer, latihan dalam program Komcad dinilai lebih menantang karena bersifat militer murni. “Kami di Damkar sudah menjalani semi militer. Tapi kalau di Komcad ini tentu lebih keras lagi karena latihan militer,” jelasnya. Ia menambahkan latihan dasar militer atau Latsarmil dijadwalkan berlangsung mulai 27 Maret hingga 13 Mei 2026. Durasi latihan tersebut sekitar 45 hari. Setelah menyelesaikan Latsarmil, para peserta Komcad akan kembali menjalankan tugas di instansi masing-masing. “Setelah lulus Latsarmil, kami dikembalikan ke tugas masing-masing sesuai tupoksi di instansi,” ujarnya. Fajri juga menyebut para peserta akan memperoleh sejumlah fasilitas selama mengikuti program Komcad. Di antaranya perlengkapan pakaian, uang akomodasi, serta pengalaman dan relasi baru dengan ASN dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. “Selain itu tentu pengalaman dan relasi baru dengan teman-teman ASN se-Sulawesi Selatan,” katanya. Ia mengungkapkan sebelum mengikuti seleksi, peserta wajib mendapatkan persetujuan dari keluarga. Bagi peserta yang belum menikah harus melampirkan surat izin orang tua. Sementara bagi yang sudah menikah wajib menyertakan izin dari istri. “Jadi bukan sekadar dukungan, tapi memang harus ada persetujuan keluarga,” ujarnya. Adapun persyaratan umum untuk mengikuti seleksi Komcad di antaranya berstatus ASN, baik PNS maupun PPPK paruh waktu. Selain itu, usia peserta juga harus di bawah 35 tahun. Ia juga menegaskan tidak ada ketentuan khusus terkait tinggi badan dalam seleksi tersebut. “Kalau tinggi badan tidak ada aturan spesifik,” katanya. Fajri mengaku dirinya bersama peserta lain dari Maros merasa gembira setelah dinyatakan lolos seleksi Komcad. Saat ini mereka tengah melakukan persiapan fisik sebelum mengikuti latihan dasar militer. “Sekarang kami sedang melakukan persiapan dengan olahraga seperti lari dan latihan fisik lainnya,” ujarnya. Ia menjelaskan keberadaan Komcad merupakan bagian dari komponen cadangan dalam sistem pertahanan negara. Dalam kondisi tertentu, Komcad dapat dilibatkan untuk membantu tugas pertahanan bersama TNI sebagai komponen utama. “Komponen utama tentu TNI. Kalau sewaktu-waktu negara membutuhkan, kami sebagai komponen cadangan siap membantu,” jelasnya. Menurutnya, para peserta Komcad juga telah diminta menentukan wilayah komando tempat mereka akan terdaftar. Setiap peserta nantinya akan memiliki nomor register seperti prajurit TNI. “Jadi ASN ini nantinya punya dua nomor register, ada NIP dan ada NRP seperti di TNI,” katanya. Ia juga mengajak generasi muda untuk ikut berpartisipasi dalam upaya bela negara. Menurutnya, dalam kondisi tertentu seperti perang, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu pertahanan negara. “Kalau negara membutuhkan, bukan cuma TNI saja yang diharapkan, tapi juga bantuan dari warga Indonesia,” ujarnya. Reporter : Nurul Hidayah Editor Video : Sanovra J. R Narator : Rasni Gani