У нас вы можете посмотреть бесплатно 5 Saksi Diperiksa Buntut Gajah Sumatera Tewas dengan Luka Tembak di Pelalawan, Gading Dicuri или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau terus mengintensifkan penyelidikan kasus kematian gajah Sumatera di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan pada Jumat (6/2/2026). Hingga kini, lima orang saksi telah dimintai keterangan oleh tim penyidik. Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro, menjelaskan pihaknya menurunkan tim khusus dari Subdit IV Tipidter untuk bergabung dengan Polres Pelalawan dalam mengungkap kasus tersebut. Ade menegaskan, perburuan satwa dilindungi merupakan tindak pidana serius yang tidak akan ditoleransi. Polda Riau berkomitmen menuntaskan kasus ini dan memastikan pelaku segera ditangkap. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau bersama Polres Pelalawan dan BKSDA Riau melakukan olah tempat kejadian perkara pada Selasa (3/2/2026). Kabid Labfor, AKBP Ungkap Siahaan, menyebut pihaknya menemukan dua potongan logam yang diduga proyektil peluru. Potongan pertama berdiameter 12,30 milimeter dengan panjang 16,30 milimeter, sementara serpihan lain berukuran 6,94 milimeter. Hasil uji pendahuluan menunjukkan kedua proyektil mengandung timbal, tembaga atau kuningan, serta residu nitrat mesiu. Temuan ini menjadi petunjuk penting untuk menelusuri jenis senjata api yang digunakan pelaku. Pihak BBKSDA Riau memastikan gajah Sumatera tersebut mati akibat tembakan senjata api. Dokter hewan, drh Rini Deswita, menjelaskan proyektil ditemukan bersarang di tengkorak bagian dahi, yang menjadi titik fatal hingga menyebabkan kematian. Selain luka tembak, petugas juga mendapati bekas potongan senjata tajam di kepala gajah. Bagian depan kepala, termasuk mata, hidung, dan gading, dipotong secara sengaja. Gajah berusia lebih dari 40 tahun itu memiliki panjang tubuh sekitar 286 sentimeter. Setelah pemeriksaan selesai, bangkai gajah dikuburkan di lokasi penemuan. Satwa malang ini diketahui bagian dari kantong gajah Tesso Tenggara dan diperkirakan sudah mati lebih dari 10 hari sebelum ditemukan. Saksi pertama, Winarno, mengaku mencium bau busuk dari arah hutan pada Senin (2/2/2026) malam. Setelah ditelusuri, ia menemukan bangkai gajah dan melaporkannya ke pihak keamanan. Pada Selasa (3/2/2026), petugas Polres Pelalawan bersama Polsek Ukui turun ke lokasi. Sehari kemudian, Rabu (4/2/2026), tim gabungan dari Satreskrim Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Ditreskrimsus Polda Riau, Bidlabfor Polda Riau, serta BBKSDA Riau melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah di TKP. Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum dan pemerhati lingkungan, mengingat gajah Sumatera merupakan satwa langka yang populasinya terus terancam akibat perburuan liar dan kerusakan habitat. (Tribun-Video.com/Tribunpekanbaru.com) Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Polda Riau Buru Pembunuh Gajah di Pelalawan, Sudah Periksa 5 Saksi, https://pekanbaru.tribunnews.com/riau... Program: Live Tribunnews Update Host: Putri Dwi Arrini Editor Video: Januar Imani Ramadhan