У нас вы можете посмотреть бесплатно Mendidik Anak Mencintai Sahabat Al-Qur'an - Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Mendidik Anak Mencintai Sahabat Al-Qur'an - Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. Serial Fiqih Pendidikan Anak - No: 225 MENDIDIK ANAK MENCINTAI AL-QUR’AN Anak adalah amanah sekaligus investasi akhirat bagi orang tua. Di tengah gempuran arus digital dan tontonan yang kurang mendidik, menanamkan rasa cinta kepada Al-Qur’an sejak dini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Sebab, jika anak sudah mencintai Al-Qur'an; maka ia akan menjaganya, mengamalkannya dan merasa rindu bila tidak membacanya. Inilah benteng pelindung, sekaligus investasi abadi yang pahalanya terus mengalir meski orang tua telah tiada. Berikut empat langkah praktis yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan misi mulia tersebut: Langkah Pertama: Jadilah Teladan yang Nyata Anak adalah peniru ulung. Mata mereka lebih tajam melihat daripada telinga mereka mendengar. Sangat sulit seorang anak bisa mencintai Al-Qur'an jika orang tuanya sendiri tidak pernah atau jarang menyentuh Al-Qur’an. Anak akan bertanya dalam hatinya, "Jika Al-Qur'an begitu istimewa, mengapa Ayah dan Bunda lebih asyik dengan HP daripada membaca al-Qur’an?". Ingat, keteladanan itu lebih kuat daripada seribu nasihat. Jadikan membaca Al-Qur'an sebagai rutinitas harian kita. Biarkan anak melihat kita membacanya dengan khusyu’, menangis saat mendengar ayat tertentu, atau bersemangat ketika menceritakan kisah dalam Al-Qur'an. InsyaAllah kecintaan itu akan menular seperti virus kebaikan. Langkah Kedua: Ciptakan Suasana yang Menyenangkan Cinta akan tumbuh dalam suasana yang indah dan nyaman. Hindari menjadikan momen belajar Al-Qur’an sebagai waktu yang menegangkan dan penuh emosi. Jangan sampai pertama kali anak mengenal Al-Qur'an justru dengan kemarahan atau kekerasan. Jika sejak awal anak melihat Al-Qur'an sebagai "momok" yang menakutkan, bagaimana mungkin rasa cinta akan tumbuh? Apabila anak salah dalam membaca atau hafalan, perbaiki dengan sabar dan lembut. Sebaliknya, setiap kali anak berhasil mencapai target kecil (misalnya bisa membaca huruf tertentu atau hafal surat pendek), berikan pujian tulus dan hadiah sederhana yang membuatnya bahagia. Ini akan membangun koneksi di otak anak bahwa "Al-Qur'an itu menyenangkan dan membuatku dihargai." Langkah Ketiga: Hubungkan Al-Qur’an dengan Makna dan Kehidupan Anak akan lebih mencintai Al-Qur’an jika ia memahami bahwa ayat-ayatnya relevan dengan hidupnya. Sampaikan kisah-kisah dalam Al-Qur’an dengan bahasa sederhana. Jelaskan nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran dan kasih sayang yang terkandung di dalamnya. Ajak anak berdialog: “Menurutmu, apa pesan dari ayat ini?” atau “Bagaimana kita bisa mempraktikkannya hari ini?” Dengan cara tersebut, Al-Qur’an tidak hanya dibaca dan dihafal, tetapi juga dirasakan dan dihidupkan. Langkah Keempat: Doakan Anak Setelah usaha lahiriah dilakukan, jangan lupakan kekuatan doa. Hati manusia berada di genggaman Allah. Kita bisa membimbing dan mengajari anak siang malam, namun hidayah dan rasa cinta sejati adalah milik Allah semata. Oleh karena itu, iringi setiap langkah dengan doa yang tulus. Sebagaimana doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma: "اللهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ، وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ" "Ya Allah, jadikanlah ia paham dalam agama dan ajarkanlah ia tafsir Al-Qur'an." HR. Ahmad (no. 2397) dan dinilai sahih oleh adz-Dzahabiy, adh-Dhiya’ al-Maqdisiy serta al-Albaniy. Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, Senin, 28 Sya’ban 1447 / 16 Februari 2026 #doadandzikir #ustadzabdullahzaen #yufidtv #parentingislami