У нас вы можете посмотреть бесплатно Cara Mengatasi Burnout Menurut Yesus: Belajar Seni Beristirahat (Markus или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Apakah Anda merasa lelah melayani tanpa henti? Capek fisik, capek mental, capek emosional? Merasa bersalah setiap kali ingin istirahat karena takut dianggap malas atau tidak peduli? Anda tidak sendirian. Bahkan Yesus sendiri pernah mengalami kondisi yang kita sebut sekarang sebagai "burnout". KISAH YESUS YANG "KABUR" DARI KERUMUNAN (MARKUS 1:29-39) Dalam Injil Markus pasal 1, dicatat hari kerja paling gila dalam pelayanan Yesus: Pagi: Mengajar di rumah ibadat Siang: Menyembuhkan ibu mertua Petrus yang sakit demam Sore hingga malam: "Seluruh penduduk kota berkerumun di depan pintu" meminta kesembuhan Bayangkan—ribuan orang berdesak-desakan, berteriak minta tolong. Yesus melayani mereka satu per satu sampai malam. Sebagai manusia, pasti Dia lelah luar biasa. Secara logika karir, ini adalah momen emas. Popularitas Yesus sedang meledak. Rating-Nya tinggi. Murid-murid pasti senang karena pelayanan mereka "sukses besar". TAPI... APA YANG TERJADI KEESOKAN HARINYA? Plot twist: Saat hari masih gelap, Yesus menghilang. Dia "kabur" ke tempat sunyi untuk berdoa sendirian. Ketika murid-murid menemukan-Nya dengan panik, mereka protes: "Guru, semua orang mencari Engkau!" Terjemahan bebasnya: "Guru, kok malah sembunyi? Di depan rumah sudah antre ratusan orang! Ini kesempatan besar kita!" Murid-murid fokus pada KESUKSESAN. Tapi Yesus fokus pada KEWARASAN dan HUBUNGAN dengan Bapa. APA YANG YESUS AJARKAN? 1. *Seni Berkata "TIDAK"* Yesus berani berkata TIDAK pada tuntutan orang banyak, supaya bisa berkata YA pada kehendak Bapa. 2. *"Input Sebelum Output"* Sebelum sibuk mengurus orang lain (output), kita harus sibuk dulu mengurus batin kita bersama Tuhan (input). 3. *Tempat Sunyi = Charger* Tanpa di-charge, HP secanggih apapun akan mati. Tanpa doa dalam hening, aktivis sehebat apapun akan ambruk. UNTUK SIAPA VIDEO INI? Video ini dibuat untuk Anda yang: Merasa lelah melayani tanpa henti di gereja, kantor, atau rumah Merasa bersalah setiap kali ingin istirahat Takut dianggap malas atau tidak peduli kalau ambil jeda Kehilangan sukacita dalam pelayanan karena burnout Ingin belajar work-life-spiritual balance yang sehat PELAJARAN UTAMA: Tuhan tidak meminta kita menjadi lilin yang habis terbakar sia-sia dan jadi abu. Dia ingin kita menjadi lampu yang terus bersinar karena terus terhubung dengan sumber listrik-Nya. Jangan merasa bersalah kalau butuh istirahat. Mematikan notifikasi HP sebentar di akhir pekan bukan dosa. Duduk diam 10 menit sebelum masuk rumah bukan buang waktu. Itu adalah cara kita merawat Bait Allah—tubuh dan jiwa kita sendiri. Di tahun 2026 ini, kesibukan tidak akan berkurang, justru makin bertambah. Kalau kita tidak dengan sengaja menjadwalkan "jeda", kita akan digilas oleh rutinitas. Mari belajar seni "menghilang" sejenak, supaya saat kita "muncul" kembali, kita membawa kesegaran—bukan kelelahan. Jika refleksi ini menenangkan hati Anda: 👍 Like video ini 🔔 Subscribe untuk refleksi iman setiap Rabu & Sabtu 📤 Share ke teman yang mungkin sedang burnout dan butuh dengar ini TOPIK TERKAIT: #Burnout #MengatasiBurnout #LelahMelayani #RefleksiKatolik #ImanKatolik #Markus1 #IstirahatRohani #YesusBeristirahat #KatolikIndonesia #SeniBerkataTidak #WorkLifeBalance #KelelahanEmosional #PelayananGereja #RefleksiIman --- 📺 Katolik Ringan – Menemani perjalanan iman Anda dengan refleksi yang dalam tapi ringan. Tanpa menggurui, hanya menemani. 💬 Pernah burnout dalam pelayanan? Share cerita Anda di kolom komentar 📩 Ada topik yang ingin direfleksikan? Hubungi kami!