У нас вы можете посмотреть бесплатно RATUSAN KILOGRAM IKAN MATI MENDADAK DI WADUK JATILUHUR, Ini Penyebabnya, Petani Rugi Ratusan Juta или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. TRIBUN-VIDEO.COM - Bau anyir menyengat tercium di perairan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jumat (23/1/2026). Ribuan ekor ikan mas tampak mengambang di permukaan air Keramba Jaring Apung (KJA), sebagian masih terlihat segar dengan sisik berkilau dan mata masih terlihat jernih, namun tak sedikit pula yang sudah mulai membusuk dan mata sudah layu berwarna putih. Beberapa warga Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, tampak mendatangi KJA untuk mengambil ikan mati tersebut. Bukan untuk diperjualbelikan, melainkan agar tak terbuang sia-sia. "Daripada mubazir, yang masih bisa dimanfaatkan ya kita manfaatkan," ujar Aan (46) sambil menunjukan ikan mas yang sudah ia ambil di dalam plastik, Jumat (23/1/2026). "Ini bukan ikan mati karena racun, jadi masih layak dikonsumsi," tambahnya. Menurut Aan, ikan-ikan yang masih segar rencananya akan diolah menjadi ikan asin atau sekadar digoreng untuk konsumsi keluarga. Namun jumlah yang bisa diambil tetap dibatasi. "Engga boleh banyak-banyak. Ada aturannya. Ini juga paling sekitar delapan kilo saja," katanya. Diketahui, fenomena ikan mati massal ini terjadi akibat cuaca buruk yang hampir sepekan melanda wilayah Kabupaten Purwakarta. Hujan deras disertai mendung tebal tanpa sinar matahari memicu terjadinya up-welling atau umbalan di Waduk Jatiluhur, menyebabkan air dari dasar waduk yang minim oksigen naik ke permukaan. Dampaknya sangat terasa bagi para petani Keramba Jaring Apung (KJA). Ratusan kilogram hingga berton-ton ikan air tawar mati mendadak, menimbulkan kerugian besar. Salah satu petani KJA, Roni, pengelola Kolam Jaring Apung SGH di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, mengatakan kematian ikan di kolamnya baru terjadi sejak Kamis (22/1/2026) malam. "Di tempat saya ini baru semalam. Tapi di blok lain sudah dua hari sebelumnya. Di kolam saya saja yang mati hampir satu ton," kata Roni. Ia menjelaskan, suhu air waduk menurun drastis akibat cuaca ekstrem. Air dingin dari dasar waduk naik ke permukaan membawa kondisi air yang sudah buruk. "Air dari bawah itu sudah jelek, oksigennya kurang. Ikan enggak kuat, akhirnya mati semua," ujarnya. Di lokasi KJA SGH, sedikitnya terdapat 32 petak kolam jaring apung yang terdampak. Ikan-ikan yang mati sebagian besar masih berusia muda, sekitar satu hingga satu setengah bulan, jauh dari usia panen ideal. Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Ikan Mati Massal di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Warga Ambil yang Masih Layak, Bakal Diolah Jadi Asin, https://jabar.tribunnews.com/purwakar.... Penulis: Deanza Falevi | Editor: Seli Andina Miranti Penulis: Editor: Program: Host: Editor Video: Ulung Uploader: winda rahmawati Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube: / @tribunnewsbogorvideo Facebook: / tribunnewsbogor Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGz... TikTok: / tribunbogor Instagram: @tribunbogor #viraldimediasosial #ikanmati #wadukjatiluhur #cuacaburuk #ikanmas #purwakarta