У нас вы можете посмотреть бесплатно JEJAK SEJARAH BEKAS PABRIK GULA GESIKAN DI BANTUL или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pabrik Gula Gesikan terletak di Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul. Pabrik ini diperkirakan didirikan tahun 1897 oleh Klaring dengan nama Cultuur Maatschappij Gesiekan Id.en Magoewo. Pada tahun 1923, Pabrik ini diakuisisi oleh Nederlands Handel Maatschappij dan mesinnya diperbarui. Pada masa Perang Kemerdekaan , pabrik ini hancur akibat taktik bumi hangus para pejuang waktu menghadapi Agresi Militer Belanda II . Pasca selesainya Perang Kemerdekaan , Pabrik Gula Gesikan direncanakan untuk dibangun kembali oleh Pemerintah Republik Indonesia, namun karena situasi politik, akhirnya pembangunan kembali Pabrik Gula Gesikan tidak jadi dilakukan. Bangunan saat ini tinggal menyisakan pondasi saja dan beberapa sarana pendukung lainnya berupa bendungan, prasasti bendungan, saluran irigasi, sisa pondasi portal air, dan bekas tugu. Hal yang menarik perhatian saat dilokasi bendungan yaitu Prasasti Bendungan Pidjenan, yang ditulis menggunakan tulisan Jepang, ntah apa arti tulisan itu. Namun dalam prasasti tersebut juga tertuliskan Pabriek Goela Gesiekan dan Bendoengan Pidjenan 2603. Angka 2603 itu adalah tahun Jepang, jika di Masehikan berarti tahun 1943. Dimana tahun 1943 Jepang sudah mengambil alih pemerintahan dari Belanda atas Hindia Belanda (Indonesia). Ada kemungkinan Bendungan Pidjenan pernah direnovasi oleh Jepang tahun 1943. Sumber Deskripsi : Buku "Suikerkultuur Jogja Yang Hilang" Aga Yurista Pambayun (Roemah Toea) Sumber Foto Lawas : Tropenmuseum Petrus Hari Kuncoro Seno (Facebook)