У нас вы можете посмотреть бесплатно Kakek Angkat Beberkan Kronologis Lengkap Saat NS Meninggal Dunia или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Duka mendalam masih menyelimuti kediaman Haji Isep Dadang Sukmana di Kampung Pasirpulus, Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di rumahnya itulah, Selasa (24/2/2026), ia menceritakan kepada wartawan Tribunnews.com, kronologis terakhir sebelum NS (13) mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. Haji Isep yang merupakan kakek angkat korban mengaku pertama kali mendapat kabar bukan dari keluarga, melainkan dari pihak pesantren tempat NS menimba ilmu. Menurutnya, peristiwa bermula saat memasuki bulan Ramadhan. NS yang sebelumnya libur pesantren tidak kembali masuk seperti santri lainnya. “Pertama saya dapat informasi dari pesantren. Anak-anak sudah masuk, tapi dia tidak masuk, katanya sakit,” ujar Haji Isep. Pihak pesantren kemudian menghubungi orangtua NS. Ayah korban mengirimkan video kondisi kaki anaknya yang tampak terluka. Video itu lalu diteruskan kepada Haji Isep. “Saya jadi penasaran. Katanya sakit panas, tapi kok lukanya seperti itu,” katanya. Ia pun langsung mendatangi rumah sakit tempat NS dirawat. Di sana, ia mendapat keterangan berbeda. “Dari dokter ada indikasi kekerasan. Jadi saya makin penasaran, ini sebenarnya sakit atau ada yang menganiaya,” ucapnya. Setibanya di rumah sakit, Haji Isep mengaku melihat banyak luka di tubuh NS. Ia bahkan sempat bersitegang mempertanyakan penyebab kondisi korban. “Saya bilang ke dokter, tolong bantu cari kebenarannya karena ada indikasi kekerasan,” katanya. Dalam kondisi lemah, NS masih bisa mengenali orang-orang di sekitarnya. Haji Isep memastikan korban dalam keadaan sadar saat diajak berbicara. Namun, ia melihat perubahan sikap korban ketika ibu tirinya berada di dekat tempat tidur. “Kalau lihat ibu tirinya, anak itu seperti ketakutan,” ungkapnya. Untuk memastikan, ia berusaha menutupi pandangan korban dari ibu tirinya agar bisa berbicara lebih leluasa. Dalam percakapan singkat itu, NS sempat memberikan jawaban yang membuat Haji Isep terpukul. “Saya tanya, kenapa begini? Dia jawab kemarin disuruh minum air panas,” tuturnya. Saat ditanya oleh siapa, korban menjawab, “mama.” Haji Isep mengaku tidak ingin gegabah menyimpulkan siapa pelaku. Namun, ia menegaskan bahwa jawaban tersebut keluar langsung dari korban sebelum kondisinya memburuk. “Saya tidak menyebut siapa pelakunya. Tapi anak itu sudah memberi jawaban,” katanya. Tak lama setelah itu, kondisi NS menurun hingga akhirnya meninggal dunia. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kakek Angkat Ungkap Kronologis NS Meninggal, Sempat Ketakutan Lihat Ibu Tiri di RS, https://www.tribunnews.com/regional/7.... Program: Saksi Kata Sumber: Tribunnews Editor: Untung Sofa Maulana #saksikata #kekerasananak #ibutiri #sukabumi #viral #penganiayaan #beritasukabumi #viral