У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴Terungkap Penyebab Ledakan Maut di Iran hingga AS Murka IRGC Latihan Militer Bareng Rusia-China или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah Iran mengungkap penyebab rentetan ledakan maut yang mengguncang Iran pada Sabtu (31/1). Meski insiden terjadi di tengah ancaman Amerika Serikat (AS) yang makin panas, namun Iran menepis dugaan sabotase di balik ledakan tersebut. Iran menegaskan tidak ada sabotase terkait peristiwa rentetan ledakan di sejumlah wilayahnya. Sementara itu militer Iran juga membantah ledakan itu merupakan upaya pembunuhan komandan angkatan laut Garda Revolusi. Menurut pihak berwenang, penyebab utama rangkaian ledakan itu terjadi adalah masalah teknis pada instalasi gas. Adapun ledakan paling besar terjadi di sebuah gedung apartemen delapan lantai di pelabuhan Bandar Abbas. Di lokasi tersebut seorang bocah perempuan tewas akibat ledakan itu. Selain di Bandar Abas, ledakan gas serupa juga terjadi di Ahvaz. Dalam insiden itu sebanyak empat orang dilaporkan tewas. Sementara itu gumpalan asap juga sempat terlihat di Parand pinggiran kota Teheran. Gumpalan asap itu sempat membuat warga panik ketakutan. Namun pemerintah memastikan kepulan asap itu tidak terkait dengan insiden keamanan. Kepulan asap tersebut hanya disebabkan oleh kebakaran kecil pada lahan alang-alang. Sementara itu, Iran berencana menggelar latihan angkatan laut gabungan bersama China dan Rusia. Latihan rencananya akan digelar di wilayah Samudra Hindia bagian utara pada pertengahan Februari mendatang. Rencana ini dilaporkan media Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan terakhir. Kantor berita Tasnim menyebut, latihan gabungan tersebut merupakan edisi kedelapan dari latihan bertajuk Sabuk Keamanan Maritim. Diketahui, latihan Sabuk Keamanan Maritim pertama kali digelar pada 2019 atas inisiatif angkatan laut Iran. Sejak saat itu, tujuh edisi latihan gabungan telah dilaksanakan bersama mitra internasionalnya. Sementara, dalam latihan terbaru ini akan melibatkan unit angkatan laut reguler Iran, angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, serta angkatan laut China dan Rusia. Latihan ini digelar di tengah memanasnya hubungan Teheran dan Washington, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim armada besar AS tengah bergerak menuju Iran. Meski demikian, Trump juga menyerukan agar Iran kembali ke meja perundingan. Menanggapi hal tersebut, pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan dibalas dengan respons cepat dan komprehensif. Namun, Teheran menegaskan tetap terbuka untuk dialog, dengan syarat pembicaraan berlangsung secara adil, seimbang, dan tanpa paksaan. Merespons latihan ini, Komando Pusat AS (CENTCOM) buka suara. Mereka mendesak IRGC untuk melaksanakan latihan angkatan laut tembak langsung selama dua hari yang telah diumumkan di Selat Hormuz, dengan aman dan profesional. Lebih lanjut, CENTCOM memperingatkan tentang konsekuensi dari perilaku yang tidak profesional. “Segala bentuk perilaku yang tidak aman atau tidak profesional di dekat pasukan AS, mitra regional, atau kapal komersial meningkatkan risiko tabrakan, eskalasi, dan destabilisasi,” demikian pernyataan CENTCOM, Jumat (30/1/2026), dilansir Al Arabiya. (Tribun-Video.com/middleeastmonitor.com/Tribunnews.com) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran-Rusia-China akan Latihan Militer di Selat Hormuz, AS Peringatkan IRGC Tentang Konsekuensi, https://www.tribunnews.com/internasio.... Program: Hot Topic Editor Video: Difa Isnaeni Azizah