У нас вы можете посмотреть бесплатно Fakta Unik Istana Kepresidenan Cipanas! или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
BOGOR, KOMPAS.TV - Hai Sahabat KompasTV, kali ini kita akan membahas Istana Kepresidenan Cipanas! Lokasi dari Istana Kepresidenan ini berada di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Istana kepresidenan yang berdiri sejak tahun 1742 ini punya sejumlah fakta unik untuk disimak, apa saja? Arsitektur gedung induk yang mulai dibangun pada tahun 1740 ini berbeda dengan bangunan Istana Kepresidenan lainnya. Gaya arsitektur Istana Kepresidenan Cipanas perpaduan gaya bangunan musim panas khas kolonial Belanda yang disesuaikan dengan iklim tropis di Indonesia dengan material bangunan didominasi dari kayu. Lalu kenapa Istana Kepresidenan ini disebut Istana Kepresidenan Cipanas? Ternyata di dalam istana ini terdapat sumber air panas alami yang merupakan cikal bakal dibangunnya istana ini. Ci dalam bahasa Sunda berarti "air" dan nama Cipanas berarti air panas. Di Istana Kepresidenan ini ada pula bangunan unik bernama Gedung Bentol. Bangunan ini merupakan rumah mungil rancanangan R.M Soedarsono dan F. Silaban. Bangunan ini disebut Gedung Bentol karena dinding dan lantai bangian luar yang terbuat dari ornamen batu alam memiliki motif menonjol seperti bentol-bentol. Dan gedung bentol ini digagas oleh Presiden Soekarno dan diresmikan pada tahun 1954. Fakta menarik lainnya yaitu pada tanggal 13 Desember 1965, Ruang Makan di Gedung Induk Istana Kepresidenan Cipanas, pernah difungsikan sebagai tempat kabinet bersidang dalam rangka perubahan nilai mata uang dari Rp 1.000 menjadi Rp 1 sewaktu jabatan Menteri Keuangan dijabat oleh Frans Seda. Di Istana Kepresidenan Cipanas ini juga punya lukisan unik berjudul "Jalan di Tepi Sawah". Lukisan karya S. Soedjono ini unik karena pada objek jalan yang terlihat sama meskipun dilihat dari sudut yang berbeda. Lukisan ini pun menjadi salah satu ikon istana Cipanas dan dikenal dengan "Jalan Seribu Pandang". Video Editor: Novaltri Sarelpa