У нас вы можете посмотреть бесплатно The Buddha’s Teaching on the Seven Types of Wives или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Dalam Anguttara Nikāya 7.63 (Sattabhariyā Sutta), Buddha mengajarkan tentang tujuh jenis istri sebagai gambaran etika dalam kehidupan rumah tangga: tiga (3) jenis pertama—istri seperti pembunuh, pencuri, dan majikan—melambangkan perilaku yang dilandasi kebencian, ketidakjujuran, dan kesombongan, yang membawa penderitaan dan kehancuran hubungan; Istri seperti pembunuh (vadhakā-samā) – Penuh kebencian, kasar, tidak setia, merugikan suami secara batin maupun materi. – Diumpamakan membawa kehancuran. Istri seperti pencuri (corī-samā) – Boros, menyalahgunakan harta suami, tidak bertanggung jawab, suka mengambil tanpa izin. Istri seperti majikan (ayyā-samā) – Sombong, suka memerintah, merendahkan suami, keras dan tidak penuh kasih. sedangkan empat (4) jenis berikutnya—istri seperti ibu, saudari, sahabat, dan pelayan—mewakili sikap penuh welas asih, hormat, persahabatan, kerendahan hati, dan kesabaran yang menuntun pada keharmonisan dan kebahagiaan. Istri seperti ibu (mātā-samā) – Penuh welas asih, melindungi, peduli pada kesejahteraan suami seperti ibu pada anaknya. Istri seperti saudari (bhaginī-samā) – Penuh rasa hormat, setia, menjaga kesopanan dan moralitas. Istri seperti sahabat (sakhī-samā) – Setara, penuh pengertian, berbagi suka dan duka, setia dalam kebahagiaan dan penderitaan. Istri seperti pelayan (dāsī-samā) – Rendah hati, sabar, rajin, tidak pemarah, melayani dengan ketulusan tanpa kebencian. Ajaran ini bukan dimaksudkan untuk merendahkan perempuan, melainkan sebagai cermin moral tentang kualitas batin dan perilaku dalam relasi, yang dalam konteks modern dapat dipahami secara timbal balik bagi kedua pasangan dalam pernikahan.