У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴Trump Takut? Tentara AS Kabur Tinggalkan Perairan Iran hingga Rusia Kirim Jet Tempur Bantu Teheran или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Baca Selengkapnya di https://video.tribunnews.com/news/909... Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Dilaporkan tentara AS melarikan diri dari wilayah perairan Iran. Adapun tentara AS yang melarikan diri itu berasal dari kapal induk bertenaga nuklir yang menjauh dari pantai Teheran. Kondisi ini terjadi di tengah ketegangan konflik AS hingga Iran, China dan Rusia latihan militer bersama. Dikutip dari Hindustan Times, kapal induk nuklir AS diam-diam menjauh dari pantai Iran. Kapal USS Abraham Lincoln bergerak menjauh sekira 1.400 km ke selatan pada Selasa (3/2/2026). Hal ini terjadi tepat ketika Teheran memperingatkan bahwa serangan apapun AS akan memicu perang regional. Diketahui peringatan itu disampaikan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei. Ia mengaku bahwa Iran tidak akan memulai perang, namun tidak akan mundur jika perang terjadi. Bahkan Khamenei berjanji akan menciptakan perang jika AS berani masuk ke teritorial Iran. Tak hanya itu, kapal induk nuklir AS menjauh saat latihan gabungan 'sabuk keamanan maritim'. Adapun latihan militer bersama dilakukan oleh Iran, Rusia dan China. Sementara itu, Rusia dilaporkan mempersenjatai Iran di tengah ketegangan konflik antara Teheran dan AS. Adapun Rusia mengirim helikopter serang Mi-28 Night Hunter untuk Iran. Dikutip dari Times of India pada Rabu (4/3), Iran mengonfirmasi penerimaan helikopter serang itu. Iran menyebut helikopter Mi-28 Night Hunter menjadi pesawat tempur tercanggih yang pernah dipasok Rusia ke Teheran. (Tribun-Video.com/Maria Nanda Ayu Saputri) Program: Hot Topic Editor Video: Difa Isnaeni Azizah