У нас вы можете посмотреть бесплатно #114 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
SURAH AN-NAS Manusia Mankind Qori: Syekh Mansour Al Salimi Terjemahan Bahasa Indonesia dan English Surah An-Nās (QS 114) Surah An-Nās adalah surah ke-114 dalam Al-Qur’an, terdiri dari 6 ayat, dan merupakan penutup Al-Qur’an. Surah ini tergolong Makkiyah dan merupakan bagian dari al-mu‘awwidzatayn—dua surah perlindungan, bersama Surah Al-Falaq. Jika Surah Al-Falaq fokus pada perlindungan dari kejahatan eksternal (fisik dan sosial), maka Surah An-Nās membahas perlindungan dari kejahatan internal dan spiritual, yaitu bisikan dan godaan setan ke dalam hati manusia. Surah ini menjadi pengingat dan penjaga terakhir dalam Al-Qur’an, sebagai benteng menghadapi musuh yang paling tersembunyi: setan dan hawa nafsu. Makna Nama dan Kedudukan Kata “An-Nās” berarti manusia. Surah ini secara khusus memfokuskan diri pada perlindungan manusia dari bahaya yang menyerang batin dan pikiran, bukan tubuh. Menariknya, tiga ayat pertama menyebut tiga sifat Allah secara berturut-turut yang semua dikaitkan langsung dengan manusia: Rabb (Tuhan) manusia Malik (Raja) manusia Ilāh (Tuhan sesembahan) manusia Ini mengisyaratkan bahwa manusia sepenuhnya bergantung pada Allah, baik dalam urusan dunia, akhirat, jiwa, pikiran, maupun perlindungan dari kejahatan halus. Makna Ayat per Ayat قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (Pemelihara) manusia." Allah adalah rabb, yang mengatur, membimbing, dan melindungi. Kita diminta berlindung kepada-Nya sebagai pemelihara segala urusan manusia, termasuk hati dan pikiran. مَلِكِ النَّاسِ "Raja manusia," Allah bukan hanya pemelihara, tapi juga penguasa mutlak. Ia berhak menetapkan aturan dan hukum, bukan hawa nafsu atau bisikan setan. إِلَٰهِ النَّاسِ "Tuhan sembahan manusia," Penegasan bahwa hanya Allah yang layak disembah, bukan godaan dunia, syahwat, atau bisikan setan. Tiga ayat awal ini menggambarkan totalitas hubungan manusia dengan Allah: sebagai hamba, rakyat, dan penyembah. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ "Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi," Setan digambarkan sebagai al-waswās al-khannās: Waswās: pembisik — menyusup dalam hati dengan bisikan dosa, syirik, keraguan, dan maksiat. Khannās: yang bersembunyi — ketika diingatkan dengan zikir atau kesadaran, ia mundur. Tapi ia kembali saat manusia lengah. Inilah musuh tak terlihat, tak bersuara, namun sangat aktif menyerang hati. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ "Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia," Setan tidak menggoda dari luar saja, tapi langsung ke dalam hati dan pikiran. Ia mendorong manusia untuk: Mengikuti hawa nafsu, Merasa sombong, Meragukan agama, Berputus asa dari rahmat Allah. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ "Dari (golongan) jin dan manusia." Bisikan jahat tidak hanya datang dari jin (setan dari alam gaib), tetapi juga manusia. Orang yang jahat dan licik bisa menjadi “setan manusia”, dengan ucapan, godaan, dan pengaruh yang menyesatkan. Karena itu, perlindungan yang kita minta kepada Allah mencakup dua alam: yang tak terlihat (jin) dan yang terlihat (manusia). Isi Pokok dan Tujuan Surah Surah ini menegaskan bahwa: Musuh paling berbahaya adalah yang tidak terlihat dan tidak terasa. Setan menyerang hati, bukan tubuh, dan senjatanya adalah bisikan dan tipu daya. Manusia rentan, bahkan terhadap dirinya sendiri, maka sangat butuh perlindungan Allah secara total. Satu-satunya cara menyelamatkan diri dari waswas adalah berlindung kepada Allah, mengingat-Nya, dan menguatkan iman. Pelajaran dan Nilai-Nilai Setan itu nyata, meskipun tidak terlihat. Ia beroperasi dalam dimensi batin, menyerang kesadaran, dan tidak pernah lelah menggoda. Hati adalah medan pertempuran terbesar. Surah ini mempersiapkan kita untuk melawan musuh dari dalam, yaitu bisikan jahat, syahwat, dan keraguan. Zikir dan keimanan yang kuat adalah benteng paling efektif. Ketika seorang Muslim terus mengingat Allah, setan akan mundur (khannās). Godaan bisa datang dari manusia. Kita perlu berhati-hati dari pengaruh negatif orang lain: ajakan maksiat, pemikiran sesat, dan syubhat. Ketundukan total kepada Allah—sebagai Rabb, Malik, dan Ilāh—adalah kunci keselamatan dari segala bentuk godaan dan kejahatan spiritual. Penutup Surah An-Nās adalah doa pertahanan jiwa, perlindungan terhadap serangan paling tersembunyi dalam hidup manusia: waswas yang bisa menghancurkan iman, keyakinan, dan amal. Ia mengajarkan kita untuk menyadari musuh batin, memohon perlindungan kepada Allah, dan menjaga hati dengan dzikir dan ketauhidan. Sebagai penutup Al-Qur’an, surah ini membawa pesan yang kuat: bahwa dalam perjuangan spiritual, Allah adalah satu-satunya pelindung sejati, dan setan adalah musuh utama yang harus diwaspadai setiap saat. KONTEN INI ADALAH KONTEN MILIK SAYA SENDIRI (BERBAGI BUAT UMMAT) YANG SUDAH PERNAH DIUNGGAH PADA CHANNEL SAYA SEBELUMNYA YANG KESELURUHAN KONTEN SUDAH DIHAPUS DALAM CHANNEL SEBELUMNYA.