У нас вы можете посмотреть бесплатно H-2 PERSIAPAN PELEB0N RAJADEWATA IDA BHAGAWAN BLEBAR Mantan Bupati Gianyar или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
PERSIAPAN PELEBON IDA BHAGAWAN BLEBAR, JAGA TRADISI, PADUKAN RAJA - RSI YADNYA Duka yang menyelimuti Puri Agung Gianyar bukan sekadar kehilangan seorang tokoh. Kepergian Ida Rajadewata Ida Bhagawan Blebar menghadirkan kembali jejak panjang sejarah puri, tentang raja yang menapaki jalan resi, tentang kuasa yang dilepaskan menjadi pengabdian. Pada Saniscara Pon Ugu, Sabtu, 7 Maret 2026, palebon dilaksanakan dengan tingkatan Utamaning Utama—tingkatan tertinggi dalam tradisi puri keturunan Dalem di Bali. Sarana utama yang digunakan adalah Naga Banda, simbol sakral yang dalam khazanah Bali Kuna hanya diperuntukkan bagi sosok agung: raja, sulinggih, atau tokoh yang menyatukan keduanya. Ida Bhagawan Blibar semasa alit dikenal dengan nama Anak Agung Gde Agung Bharata. Ia adalah putra raja terakhir Gianyar, Ida Anak Agung Gde Oka, yang memimpin pada masa peralihan 1946–1950 sebelum Gianyar sepenuhnya menyatu dalam NKRI. Dari garis darah itulah mengalir tanggung jawab sejarah, yang kelak diwujudkan bukan hanya lewat jabatan, tetapi juga lewat jalan spiritual. Dalam perjalanan hidupnya, beliau memadukan dunia pemerintahan dan adat. Kariernya bermula sebagai abdi negara di Sekretariat Negara RI di Jakarta, hingga akhirnya dipercaya menjadi Kepala Istana Kepresidenan Tampaksiring. Namun pengabdian terbesarnya bagi masyarakat Gianyar tercatat ketika ia menjabat Bupati Gianyar selama dua periode, 2003–2008 dan 2013–2018. Di masa kepemimpinannya, keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian adat tetap dijaga, seolah ia telah memahami bahwa modernitas tanpa akar budaya hanyalah bayang-bayang. Pada 16 Juli 2019, di halaman puri yang sarat sejarah, beliau menjalani prosesi madwijati. Sejak itu, nama kawikuan Ida Bhagawan Blibar disandangnya. “Blibar” diambil dari pucuk manggis, penanda garis pratisentana Ida Bhatara Manggis Kuning—tokoh penting dalam sejarah lahirnya Kota Gianyar. Sejak saat itu, beliau tak lagi sekadar pemimpin administratif, melainkan penuntun spiritual. Karena itulah, palebon kali ini tak menggunakan bade tumpang 11 sebagaimana layaknya raja duniawi. Layon dipundut menuju Padmasari, menandakan beliau telah menapaki jalan resi. Prosesi manah Naga Banda dipuput Ida Padanda Peling, disaksikan ratusan pratisentana dan masyarakat yang datang dengan sembah dan doa. Iring-iringan menuju Setra Adat Beng bergerak perlahan. Gambelan angklung menggema lirih. Penari Gambuh Masatya berjalan khidmat. Lembu Putih dan Naga Banda menjadi saksi simbolik perjalanan atma menuju asalnya. Desa-desa adat turut ambil bagian: Samplangan, Abianbase, Bitra—ratusan krama ngayah, memikul bukan hanya sarana upacara, tetapi juga rasa hormat pada seorang yang telah mendedikasikan hidupnya bagi puri dan masyarakat. Di setra, penghormatan juga diberikan oleh unsur pemerintah, TNI dan Polri—sebuah pengakuan atas pengabdian beliau di ranah negara. Api suci dinyalakan, perabuan dilaksanakan, dan kelak abu suci dihanyutkan ke Pantai Masceti. Rangkaian ditutup dengan mapegat di puri, simbol perpisahan sekala dan niskala. Sejak wafatnya pada Sabtu, 21 Februari 2026 di RSUD Sanjiwani Gianyar, Puri Agung Gianyar tak pernah sepi. Pejabat pusat, tokoh daerah, hingga pasemetonan puri se-Bali datang melayat. Ratusan karangan bunga memenuhi halaman puri, menjadi saksi betapa luas jejaring persaudaraan yang beliau bangun semasa hidup. Palebon Ida Bhagawan Blibar bukan semata upacara pelepasan jasad. Ia adalah cermin Bali Kuna yang masih berdenyut hari ini—tentang raja yang memilih jalan resi, tentang kekuasaan yang ditundukkan oleh dharma, dan tentang hidup yang pada akhirnya kembali pada asal yang sujati. . Sumber : gatragianyar #TradisiKuna #Bali #UpacaraHindu SEMUA ORANG @penggemar berat Gatragianyar