У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴Respons Tiongkok seusai AS Minta Bantuan Buka Selat Hormuz, Iran Akui Dibantu Militer Rusia & China или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden AS Donald Trump meminta bantuan China untuk membuka Selat Hormuz. Pasalnya penutupan Selat Hormuz membuat harga minyak dunia kembali melonjak. Kini China memberikan respons terkait permintaan Trump. China mengklaim sedang berkomunikasi dengan semua pihak terkait situasi di Selat Hormuz. Hal itu disampaikan Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian dalam konferensi pers rutinnya. Ia mengatakan China berkomitmen untuk mendorong pelonggaran dan pendinginan situasi di Selat Hormuz. Lin mengatakan China kembali mendesak semua pihak untuk segera menghentikan pertempuran. Pasalnya pertempuran tersebut mengakibatkan eskalasi dan dampak ekonomi yang lebih luas. Diketahui sebelumnya, Trump meminta bantuan China dan Eropa untuk membuka Selat Hormuz. Permintaan itu disampaikan Trump saat diwawancarai dengan Financial Times pada Minggu (15/3). Trump pun mengancam jika China tidak mau membantu, maka rencana pertemuannya dengan Presiden Xi Jinping tidak akan terlaksana. Sementara itu, pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Senin, 16 Maret 2026, secara resmi mengonfirmasi keterlibatan militer Rusia dan China dalam mendukung Teheran melawan aliansi Amerika Serikat dan Israel. Pengakuan ini mempertegas terbentuknya blok kekuatan baru yang berhadapan langsung dengan kepentingan Barat di Timur Tengah. Araghchi menyebut bahwa bantuan militer dari Rusia dan China merupakan bagian dari kemitraan strategis jangka panjang. Dukungan ini mencakup transfer teknologi, komponen radar, hingga intelijen medan tempur. Laporan intelijen Ukraina yang dikutip oleh Presiden Volodymyr Zelensky bahkan menyebutkan adanya transfer drone hasil lisensi Iran kembali ke Teheran, serta penggunaan komponen Rusia dalam UAV yang menyerang pangkalan-pangkalan AS di wilayah Teluk. Terkait krisis energi, Iran mengumumkan kebijakan "pembatasan selektif" di Selat Hormuz. Araghchi menegaskan bahwa jalur tersebut tidak ditutup total, namun secara khusus dilarang bagi kapal dan tanker milik Amerika Serikat serta Israel. Hal ini menjelaskan mengapa Donald Trump memberikan ultimatum kepada China dan Eropa; ia ingin negara-negara tersebut menggunakan pengaruh mereka agar Selat Hormuz dibuka kembali sepenuhnya, mengingat China adalah pembeli utama minyak yang masih diizinkan melintas oleh Iran. (Tribun-Video.com/Maria Nanda Ayu Saputri ) Program: Hot Topic Editor Video: Difa Isnaeni Azizah #viory