У нас вы можете посмотреть бесплатно ISE MA AHU - Asasira Music или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
ISE MA AHU? – Asasira Music Lirik lagu "Ise Ma Ahu?" (Siapakah Aku?) ini adalah adaptasi teologis yang sangat kaya ke dalam budaya dan bahasa Batak. Secara teologis, lagu ini menggunakan konsep "Debata na Transenden" (Tuhan yang jauh di atas) sekaligus "Debata na Immanen" (Tuhan yang hadir dekat) untuk menjawab krisis eksistensi manusia; Secara implisit eksistensi intersubjektivitas Suku Bangsa Batak yang cenderung menjadi “Sileban” (orang Asing) melihat dirinya sendiri karena penghinaan (dipalea hira dorbia, kanibal) masa lalu. Penghinaan yang menggerus Imago Dei dari eksistensi Batak, namun menjadi jalan salib sebelum mereka dibaptis. Berikut adalah pemaknaan teologis per bagian: Verse 1: Keterasingan Dosa (Alienasi). Manusia digambarkan mengalami Lilu (tersesat) dan merasa sebagai Sileban (orang asing) terhadap dirinya sendiri. Ini merujuk pada kondisi manusia setelah jatuh ke dalam dosa—ia kehilangan gambar Allah (Imago Dei) sehingga ia tidak lagi mengenali jati dirinya. Metafora Gorga: Penggunaan kata Gorga (seni ukir khas Batak) sangat cerdas. Penulis menyatakan bahwa sebuah ukiran tidak akan tahu maksud penciptaannya jika tidak "menyembah" (marsomba) kepada Sang Pemahat (Si Panompa). Ini adalah teologi ketergantungan mutlak ciptaan pada Penciptanya. Verse 2: Kenosis (Penyangkalan Diri Allah). Ho do di Tatuan Langit... Alai ro do Ho patoru diri. Ini adalah doktrin Kenosis (Allah yang mengosongkan diri). Walau Ia bertahta di langit tertinggi, Ia rela "mangapusi orbuk" (menyapu debu) di kaki manusia. Antropologi Teologis: Pengetahuan Allah tentang kita (panandaon-Mu) mendahului pengetahuan kita tentang diri sendiri. Kita menemukan "Hadirion" (eksistensi/jati diri) hanya di dalam Kristus. Chorus: Antropologi Kristen (Debu yang Mulia). Orbuk na nienet... tudos rupaM. Di sini ada penegasan bahwa manusia adalah Orbuk (debu), namun debu yang dibentuk menurut Rupa (Gambar) Allah. Kristosentris: Hutanda diringku molo hutatap bohiMi. Secara teologis, Kristus (Anak ni Jolma/Immanuel) adalah cermin sempurna. Dengan melihat Kristus, manusia melihat apa yang seharusnya ia menjadi. Kebebasan manusia (hinophop-Mu) diperoleh melalui karya penebusan Kristus di masa lalu (sian na robi). Bridge: Teologi Karakter (Parange). Konsep: Parbue na denggan... gabe sorminan. Iman tidak boleh berhenti pada pengetahuan intelektual (ndang holan hata), melainkan harus menjadi Parange (karakter/perbuatan). Hidup orang percaya harus menjadi "cermin" bagi kehendak Allah. Ini adalah teologi pengudusan (sanctification), di mana Roh Kudus memampukan manusia untuk melakukan Habonaron (kebenaran). Outro: Kepastian Iman (Asuransi). Malua do ahu, ai ditanda Ho do goarhu. Puncak dari perjalanan iman ini adalah kemerdekaan (Malua). Kemerdekaan ini bukan karena usaha manusia, melainkan karena Tuhan "mengenal nama" kita. Dalam teologi biblika, "mengenal nama" berarti memiliki hubungan perjanjian yang intim dan kekal. Kesimpulan Spiritual: Dalam konteks budaya Batak yang menjunjung tinggi Hadirion (keberadaan/identitas) dan Goar (nama/reputasi), lagu ini mengarahkan bahwa Hadirion yang paling sejati bukan datang dari silsilah darah (tarombo) semata, melainkan dari status sebagai anak-anak Allah yang telah ditebus. Istilah Kunci Teologis Batak dalam Lagu: Si Panompa Mulajadi: Sang Pencipta yang awal; Orbuk: Kehinaan/kefanaan manusia; Tudos RupaM: Konsep Imago Dei (Serupa dengan gambar Allah); Parbue: Buah pertobatan/buah roh. Penulis: Ch. Robin Simanullang (Hita Batak: A Cultural Strategy) Dilantunkan Asasira Worship. Dibuat dengan bantuan Gemini dan Suno Lukisan: Tian Son Lang – Gemini #jesus #lord #isemaahu #lirikbatak #hitabatak #culturalstrategy #batak #worshipmusic #freewill #gospelmusic #asasiramusic