У нас вы можете посмотреть бесплатно Rezim Iran Tetap Kokoh Berdiri Meski Khamenei Tewas Digempur Rudal или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNJAKARTA.COM - Serangan udara Amerika Serikat dan Israel terus menggempur titik-titik strategis Iran. Tujuannya bukan hanya melumpuhkan fasilitas nuklir Iran, tapi juga meruntuhkan rezim berkuasa. Namun, kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, rupanya sama sekali tak menyurutkan perlawanan. Hingga kini militer Iran terus melancarkan serangan balasan ke beberapa wilayah di Timur Tengah menyasar fasilitas militer AS, termasuk Israel. Sejumlah tentara AS dilaporkan tewas. Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui platform X melaporkan per 2 Maret, empat personel militer AS kehilangan nyawa dalam pertempuran. Data sejarah empat dekade terakhir menunjukkan bahwa "menghujani" sebuah negara dengan rudal dan gempuran jet tempur, tidak pernah cukup untuk menggulingkan kekuasaan. Tanpa adanya intervensi darat yang masif, kekuasaan Iran diprediksi akan tetap kokoh berdiri. Michael McFaul, Profesor dari Universitas Stanford sekaligus mantan Duta Besar AS untuk Rusia seperti dikutip CNBC, memberi peringatan keras. Ia menegaskan bahwa tidak ada jaminan serangan udara AS dan Israel akan berujung pada kejatuhan rezim. "Secara historis, kampanye serangan udara tidak pernah memicu penggulingan rezim. Saya tidak bisa memikirkan satu pun kasus yang berhasil, bahkan intervensi militer dengan pasukan darat pun sering kali gagal," ujar McFaul. Serangan udara saat ini, menurut McFaul, hanya menyasar sistem persenjataan Iran yang mengancam AS dan sekutunya. "Kita tidak menghancurkan instrumen militer dan senjata yang digunakan rezim untuk menekan rakyat Iran sendiri. Jadi, sangat tidak jelas bagaimana kampanye militer ini bisa mewujudkan janji Presiden Trump untuk mengubah rezim," tambahnya. Apalagi situasinya saat ini makin kacau. Eskalasi meningkat. Proksi Iran di Yaman, Irak, hingga Lebanon, juga bergerak dan melancarkan serangan besar-besaran yang diarahkan ke Israel dan AS. Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Larijani, mengatakan Iran siap mempertahankan konflik jangka panjang. “Tidak seperti Amerika Serikat, Iran telah mempersiapkan diri untuk perang yang panjang,” kata Larijani dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Senin. Diperkirakan penunjukan pemimpin baru Iran berjalan tanpa kendala berarti karena memang sudah dipersiapkan Khamenei sebelum kematiannya. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rencana Trump Bisa Gagal Total di Iran Meski Khamenei Dilenyapkan, https://www.tribunnews.com/internasio.... Editor: Willem Jonata Editor Video : Ilham Bintang Anugerah Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube: / @tribunjakarta Facebook: https://www.facebook.com/profile.php?... Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7... TikTok: https://www.tiktok.com/@tribun.jakart... Instagram: / tribunjakarta #viory #BreakingNews #PerangIran #Trump #AmerikaSerikat #Israel #TimurTengah #Geopolitik