У нас вы можете посмотреть бесплатно Terang di Tengah Keterbatasan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Podcast Bincang Si Ipol bersama: Dadank Hasan Pendiri Yayasan Pelita Monas/ Ketua Komite Special Olympics dan Disabilitas Lions Clubs Indonesia, Distrik 307 A1 Isu disabilitas, khususnya tuna netra, masih kerap dipandang dari sisi keterbatasan semata. Padahal, di balik keterbatasan penglihatan, terdapat potensi besar, semangat juang, serta talenta yang mampu bersaing dan berprestasi di level nasional hingga internasional. Media memiliki peran strategis untuk menggeser perspektif publik dari stigma menuju penghormatan terhadap kemampuan. Yayasan Sanggar Pelita Monas hadir sebagai ruang harapan dan pemberdayaan. Bernaung di bawah semangat kemanusiaan dan inklusivitas, yayasan ini membina anak-anak dan penyandang tuna netra melalui seni tari, musik, kerajinan, hingga penguatan kemandirian. Sanggar ini dikenal luas melalui penampilan tari Saman oleh penyandang tuna netra—sebuah terobosan yang menantang logika umum dan membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang prestasi. Prestasi Sanggar Pelita Monas tidak hanya diakui publik, tetapi juga dicatat secara resmi melalui rekor MURI, penampilan di berbagai ajang nasional seperti Asian Para Games, serta liputan luas media dan televisi nasional. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya mengangkat nama yayasan, tetapi juga membangun kepercayaan diri para anggotanya sebagai individu yang setara dan berdaya. Podcast Si Ipol (ipol.id) memandang penting untuk menghadirkan narasi ini secara mendalam melalui dialog langsung dengan Ketua Yayasan Sanggar Pelita Monas, Bapak Dadank. Percakapan ini diharapkan mampu menggugah empati, menginspirasi kolaborasi, serta memperkuat kesadaran publik bahwa inklusivitas bukan sekadar wacana, melainkan praktik nyata yang menghasilkan perubahan.