У нас вы можете посмотреть бесплатно Beda kasta,Kucing Calico bertemu kucing kampung jalanan 🥲 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Suatu pagi Moli berjalan-jalan melewati pagar rumahnya yang sedikit terbuka. Ia melompat ringan ke tembok dan turun ke gang yang sepi. Di sana, di dekat tumpukan kardus bekas, ia melihat seekor kucing kampung kurus dengan bulu kusam dan mata sayu. Kucing itu bernama Ujang. Perut Ujang berbunyi pelan. Ia sudah dua hari tidak makan. Tubuhnya gemetar, bukan hanya karena lapar, tapi juga karena takut diusir manusia. Saat melihat Moli yang bersih dan sehat, Ujang menunduk. Ia merasa dirinya kotor dan tidak pantas mendekat. Moli menghampiri perlahan. “Kamu kenapa?” tanyanya lembut. Ujang tersenyum tipis. “Aku cuma… lapar.” Angin sore berhembus pelan. Moli melihat tulang rusuk Ujang yang terlihat jelas. Hatinya terasa nyeri. Ia teringat mangkuk makannya di rumah yang selalu penuh, dan camilan kecil yang sering ia sisakan. “Tunggu di sini,” kata Moli cepat. Ia berlari pulang, menyelinap lewat pagar, lalu mendorong kantong kecil berisi makanan kering yang tadi belum sempat ia habiskan. Dengan susah payah, ia menyeretnya kembali ke gang. Ujang tak percaya melihatnya. “Kamu bawa ini untukku?” Moli mengangguk. Ujang makan dengan lahap, air matanya menetes tanpa suara. Bukan hanya karena kenyang, tapi karena untuk pertama kalinya dalam waktu lama, ada yang peduli padanya. Sejak hari itu, Moli sering menyisihkan sedikit makanannya. Kadang ia menemani Ujang duduk di bawah langit senja, berbagi cerita tentang mimpi dan hari-hari mereka. Dan perlahan, bulu Ujang mulai tampak lebih bersih, matanya lebih cerah. Ia tak lagi sendirian. Di gang kecil itu, persahabatan sederhana tumbuh—mengajarkan bahwa kebaikan sekecil apa pun bisa menghangatkan hati yang paling dingin sekalipun.