У нас вы можете посмотреть бесплатно Surabaya | Ep. 142 | Macet lagi, hujan turun, kita tetap jalan — Napas baru или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Hari ini terasa makin sempit. Surabaya — siswa kelas tujuh raih perak Pontianak — lomba penelitian pelajar selesai Menjelang laga, tim hijau cari pola baru Di warung pinggir jalan, wajan berdesis kena minyak panas Lampu kuning memantul di genangan, knalpot lewat bau aspal basah Surabaya belum tidur, sendok gelas masih beradu #surabaya #indonesian #indonesiandangdutrapcrossover #lagu #irama Music style: Indonesian Dangdut-Rap Crossover Tags: surabaya, newskaraoke, news, karaoke, nyhetsrytm, rap Lyrics: Di warung pinggir jalan, wajan berdesis kena minyak panas Lampu kuning memantul di genangan, knalpot lewat bau aspal basah Surabaya belum tidur, sendok gelas masih beradu Dari meja pojok, kabar naik seperti debu Anak kelas tujuh BINUS Surabaya bawa medali perak Di NASPO namanya disebut, dada kecil tapi langkah tegak Bukan panggung besar dengan sorot mewah Cuma buku, jam malam, mata yang tetap nyala Kota ini dengar, kursi-kursi ikut bergeser Orang tua menahan napas, lalu senyum tipis menyebar Tekanannya naik, naik Tekanannya naik, naik Lalu stadion jadi panas sebelum peluit dibunyikan Persebaya disorot, suara tribun sudah menikam Lawan PSM Makassar, beban nempel di punggung Bernardo Tavares dituntut putar akal, jangan tanggung Taktik baru diminta, bukan janji yang dipoles Setiap umpan salah, langsung jadi ombak protes Rumput bergetar, sepatu menghantam keras Muka-muka tegang, keringat jatuh deras Tekanannya naik, naik Di sisi lain kota, ban menghajar lubang tiap pagi Keluhan numpuk, bunyi besi bikin kepala nyeri lagi DSDABM turunkan sembilan tim satgas ke jalan Bukan omong panjang, langsung kerja di tikungan Aspal panas dituang, katanya sudah tembus enam puluh ton Sekop dan roda besi bunyi, rapat seperti genderang beton Jalan yang retak ditutup sebelum malam makin pekat Supaya orang pulang tak lagi dihantam hentak mendadak Anak sekolah, pemain bola, orang kerja satu kota Sama-sama ditekan waktu, sama-sama jaga nyala Warung mulai sepi, uap nasi tinggal tipis di kaca Lampu jalan diam, dan roda lewat di tambalan yang masih hangat terasa