У нас вы можете посмотреть бесплатно CERITA DI BALIK Rumah Hadian Tak Terkubur Longsor Cisarua di Tengah Gelap Gulita или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store, untuk dapatkan pengalaman baru. Hadiansyah, pemilik rumah yang masih berdiri kokoh di tengah kebun dan puing-puing pasca longsor, bercerita bahwa kebun kembang miliknya dan keluarganya, sudah memasuki masa panen. "Kebun kembang saya panen dua minggu lagi, tapi kalau kembang milik orangtua saya, seharusnya saat ini masa panennya," kata Hadiansyah kepada Tribun Jabar di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). Hadi memiliki dua petak saung tanaman kembang, selebihnya milik orangtua dan keluarganya. Ia menjelaskan hampir 80 persen warga menanam kembang. Panen berlangsung per tiga bulan. Setelah waktunya panen, bandar akan mendatangi lokasi kebun untuk mengambil kembang. Keluarga Hadi kebanyakan menanam bunga Aster. Sekira pukul 15.00 WIB, Hadiansyah terbangun dari istirahatnya karena mendengar suara gemuruh dan istrinya berteriak mengatakan ada gempa. "Ada gempa, ada gempa kata istri saya. Saya mendengar suara gemuruh yang sangat kuat, saya lihat ke luar rumah," katanya. Saat keluar dari rumah, Ia melihat lumpur sudah semakin tinggi hingga ke depan rumahnya. "Ada tiga kali longsoran, durasi dari longsoran pertama hingga ketiga ya setengah jam hingga satu jam," katanya. Saat muncul longsoran pertama, Hadi langsung menyelamatkan dan membawa anak serta istrinya ke tempat yang aman. Kemudian, Ia kembali untuk menyelamatkan orangtua dan kakaknya. Lebih dari 15 orang keluarga Hadiansyah yang tinggal di sekitar lokasi tersebut dan hidup bertetangga. Ada 13 rumah yang berlokasi di dekat rumah Hadi, ditambah satu bangunan Musala. Sudah tiga hari berturut-turut hujan disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Tapi, pada Jumat (23/1/2026) cuaca terpantau lebih ekstrem dibandingkan hari sebelumnya. Ia menghuni rumah tersebut bersama seorang istri dan satu anak yang berusia 6 tahun. Bangunan rumah tersebut berdiri secara permanen sejak tujuh tahun lalu. Setelah kejadian tersebut, pada malam harinya Hadiansyah dan anak istrinya masih tidur di dalam rumah. Mega Januari Daniel Andrean Ramon Nazmi Adi Ramadhan #Longsorcisarua #hadiansyahrumahlongsor #rumahtakterkuburlongsor #bandungbarat